Seni Tari : Pengertian, Sejarah, Unsur dan Fungsi

Apa yang ada di pikiran anda ketika mendengar kata Seni Tari? Gerak dan lagu? Kostum? Penari? Ataukah hal-hal lainnya? Dalam artikel kali ini akan kita kupas tuntas mulai dari pengertian, sejarah, unsur, hingga fungsinya.

Pengertian Seni Tari

Seni Tari merupakan suatu perpaduan antara gerakan tubuh manusia dengan irama musik yang selaras serta mengandung estetika atau keindahan didalamnya.

Biasanya dilakukan pada suatu ruang dan waktu tertentu serta digunakan untuk mengekspresikan perasaan atau pemikiran manusia kepada manusia lainnya, baik itu antar pribadi maupun kelompok. 

Baca : 34 Nama Tarian Tradisional di Indonesia

Sejarah Seni Tari

sejarah seni tari di indonesia

Mulai jaman pra kolonialisme hingga jaman setelah kemerdekaan Indonesia, seni sudah mengalami banyak perubahan. Untuk lebih jelasnya simak pembahasan tentang sejarah tari di Indonesia.

1. Jaman Primitif atau sebelum Jaman Hindu-Budha

Masa ini merupakan masa-masa manusia masih sangat primitif, belum adanya tata aturan resmi yang mengatur tentang kepercayaan.

Sehingga pada masa ini kegiatan seperti tarian dianggap sebagai salah satu hal yang mistis, sakral, dan mempunyai daya magis atau kekuatan sihir seperti tarian pengusiran roh jahat atau eksorsisme, tarian hujan, tarian ucapan syukur, tarian kebangkitan orang mati dan lain-lain.

Tarian-tarian tersebut didapatkan dengan mengadopsi hal-hal alami di sekitar mereka seperti tingkah laku hewan liar terutama hewan yang hendak diburu, suara angin atau air, gerakan tumbuhan dan masih banyak lagi.

Tarian tersebut disusun sedemikian rupa dan disesuaikan dengan irama musik pada masa itu sehingga terbentuklah suatu pola gerak yang estetik yang dilakukan secara kelompok maupun perorangan.

2. Jaman Hindu-Budha

Peradaban Indonesia sangat dipengaruhi besar oleh Agama Hindu-Budha, hal ini dapat dilihat dari peninggalan-peninggalannya seperti candi-candi dan kerajaan-kerajaan.

Begitupun dengan Seni Tari, pada masa ini lahirlah standarisasi baru atau patokan dalam sebuah tarian. Patokan ini menjadi pedoman awal tarian di Indonesia.

Ide tersebut muncul dari pemikiran Bharata Murni dalam literatur seninya pada masa itu yang berjudul Natya Sastra. Dalam literatur tersebut diungkapkan bahwa pada tarian terdapat 64 motif gerak tangan mudra yang terbagi menjadi tiga bagian lain lagi yaitu motif satu tangan (24), motif dua tangan (13), dan motif kombinasi (27). 

Pada masa ini tarian digunakan sebagai sarana penyambutan tamu kerajaan, pesta ucapan syukur, pesta rakyat, dan hiburan bagi raja atau ratu pada masa kerajaan Hindu-Budha.

Ciri tarian pada masa ini yaitu bertemakan cerita-cerita dari Hindu-Budha, yang terkenal diantaranya adalah cerita Ramayana, Mahabaratha, dan Panji.

3. Jaman Islam

Perkembangan tarian pada Jaman Islam ini lebih condong ke Indonesia bagian barat seperti Aceh, Riau, Padang, dan sekitarnya.

Tarian pada masa ini juga dipengaruhi oleh kebudayaan melayu hingga munculah sebuah tarian yang terkenal yaitu Tarian Zapin.

Sedangkan di Pulau Jawa tarian diawali pada tahun 1755 dengan adanya Perjanjian Giyanti yaitu ketika Kerajaan Mataram terbagi menjadi dua.

4. Jaman Penjajahan Indonesia

Pada masa ini tarian tidak begitu berubah, bahkan kerajaan-kerajaan peninggalan Hindu-Budha dan kerajaan Islam masih mempertahankan ciri khas mereka.

Namun uniknya, pada masa ini banyak muncul tarian-tarian bertema kepahlawanan Tari Gipang dan Tari Tradisional Probolinggo. Tarian tersebut muncul dari peristiwa-peristiwa perjuangan rakyat untuk mendapat kemerdekaan pada masa itu.

5. Jaman Setelah Kemerdekaan Indonesia

Setelah mati sejenak akibat penjajahan, kini pada jaman Kemerdekaan Indonesia, Seni Tari mulai tumbuh berkembang kembali. Beragam jenis tarian baru muncul, mulai dari tari tradisional antar daerah, tari modern, hingga tari kontemporer.

Fungsi tarian pun semakin bervariasi mulai dari tarian adat, upacara hingga sekedar untuk hiburan saja. Jaman ini juga mulai muncul sekolah-sekolah seni yang mempelajari secara khusus tentang tarian.

Unsur Seni Tari

unsur seni tari

Ada beberapa unsur yang harus dimiliki agar sesuatu bisa disebut sebagai sebuah Seni Tari.

Unsur tersebut dibagi menjadi dua macam yaitu unsur utama dan unsur pendukung. Apa sajakah unsur-unsur tersebut? Mari kita simak bersama pembahasan dibawah ini.

1. Unsur Utama

Ada tiga unsur utama yang harus dimiliki agar sebuah gerakan bisa dikatakan sebagai Seni Tari, yaitu Wiraga (raga), Wirama (irama), dan Wirasa (rasa).

  • Wiraga menekankan pada gerakan dan posisi tubuh.
  • Wirama mekekankan pada musik pengiring gerakan itu sendiri termasuk tempo maupun irama.
  • Sedangkan Wirasa menekankan pada rasa yang ingin disampaikan, termasuk ekspresi sang penari itu sendiri.

2. Unsur Pendukung

Pada unsur pendukung ini ada empat hal yang perlu diperhatikan yaitu ragam gerak, ragam iringan, riasan dan kostum, serta pola lantai sang penari atau blocking.

  • Ragam gerak merupakan unsur menekankan pada gerakan tubuh sang penari, termasuk tangan, kaki, badan dan ekspresi wajah.
  • Ragam iringan menekankan pada kecocokan gerakan dengan musik yang mengiringi.
  • Riasan dan kostum mendukung keindahan sebuah tarian, dan blocking mempengaruhi tampilan penari saat pementasan.

Fungsi Seni Tari

Dalam perkembangannya Seni Tari memiliki banyak fungsi mulai dari fungsi kebudayaan, keagamaaan, hiburan ataupun sekedar penyalur hobi semata. Pejelasan lebih dalam mengenai hal ini dapat anda baca pada penjelasan di bawah ini.

1. Tari sebagai sarana acara ritual dan keagamaan

Fungsi ini didapatkan sejak jaman primitif. Tarian digunakan sebagai sarana penyembahan kepada Tuhan dan dewa-dewa pada kepercayaan di masa lalu.

Hal ini masih kental dapat anda saksikan contohnya di Pulau Bali. Bali merupakan sebuah pulau yang masih sangat kental menggunakan tarian sebagai sarana berkomunikasi kepada Tuhan-nya.

2. Tari sebagai identitas dan adat istiadat

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari banyak suku bangsa. Setiap suku bangsa memiliki ciri khas tarian tradisionalnya masing-masing.

Tarian digunakan dalam berbagai hal seperti upacara penyambutan tamu, hiburan, dan acara adat lainnya. Hal ini juga menambah keberagaman kekayaan asli yang dimiliki Negara Indonesia.

3. Tari sebagai sarana hobi dan pergaulan

Menurut beberapa orang tarian merupakan hobi yang digeluti untuk bersenang-senang, sebagian lain sebagai sarana mencari teman.

Ya tarian memang memegang peran yang berbeda untuk masing-masing orang. Tidak ada masalah selama tarian digunakan sebagai sarana hal positif dan mempersatukan masyarakat.

4. Fungsi tari sebagai sarana hiburan.

Sebagian orang menikmati tarian dengan cara menonton sebuah pertunjukan. Setiap daerah di Indonesia memiliki tarian yang berbeda-beda, hal ini tentunya sangat menarik dan menjadi salah satu sumber keanekaragaman kebudayaan yang patut dilestarikan.

Salah satu caranya yaitu dengan menonton dan memberi dukungan penuh kepada penari-penari Indonesia.

5. Fungsi tari sebagai sarana pendidikan

Tari bisa di fungsikan sebagai sarana pendidikan yaitu untuk memberikan pengetahuan tentang norma-norma di masyarakat, supaya penontonnya dapat memahami aturan dan budaya masyarakatnya.

Seni Tari dari jaman dulu hingga sekarang semakin tumbuh dan berkembang. Sebagai warga Negara Indonesia alangkah baiknya kita mendukung segala bentuk kesenian teri di Indonesia.

Anda dapat memulainya dengan langkah kecil seperti mengetahui tentang pengertian, sejarah, unsur, dan fungsi tari itu sendiri. Ayo lestarikan kesenian di Indonesia khusunya kesenian tari.

Leave a Comment