Resesi: Pengertian, Dampak, Cara Mengatasi Resesi Ekonomi

Sudah beberapa waktu berlalu semenjak wabah Covid-19 menyebar di berbagai negara di dunia. Dengan adanya Covid-19 dan berbagai protokol kesehatan yang harus diterapkan, para ekonom khawatir akan terjadi resesi.

Bahkan sebagaimana yang diberitakan oleh CNBC International, beberapa negara termasuk Korea Selatan juga telah mengalaminya.

Hal yang sama juga bisa dialami oleh Indonesia, mengingat kondisi ini bukanlah kondisi yang menyenangkan, wajar kiranya bila ditakuti oleh setiap negara yang ada di dunia.

Pengertian Resesi

Resesi merupakan periode penurunan ekonomi yang terjadi untuk sementara waktu, di mana perdagangan serta aktivitas industri berkurang. Umumnya ditandai oleh penurunan PDB (Pendapatan Domestik Bruto) dalam 2 kuartal secara berturut-turut. Selain itu, bisa dikatakan juga bahwa kondisi ini adalah kontraksi atau perlambatan besar dalam kegiatan ekonomi.

Perlambatan tersebut bisa berlangsung selama beberapa kuartal sekaligus yang dapat berakibat pada terhambatnya pertumbuhan ekonomi. Dalam kalimat lain, resesi juga berarti periode penurunan aktivitas ekonomi secara umum.

Istilah ini biasa dipakai ketika terjadi peningkatan angka pengangguran, terjadi penurunan penjualan ritel serta terjadi kontraksi pendapatan dan manufaktur dalam jangka waktu yang cukup lama. Biasanya istilah ini juga berasosiasi dengan deflasi atau turunnya harga, atau justru inflasi atau meningkatnya harga secara drastis.

Selain itu, istilah tersebut juga bisa dipakai untuk menyebutkan melemahnya ekonomi suatu negara yang diakibatkan oleh adanya pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif dalam jangka waktu dua kuartal berturut-turut dan bahkan mencapai satu tahun. Saat kondisi ini berlangsung, biasanya pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 0% bahkan jika semakin memburuk bisa minus.

Dampak Resesi

Jika berbicara tentang Indonesia, sebenarnya sudah pernah mengalami penurunan ekonomi seperti ini, yaitu tahun 1998. Pada tahun itu perekonomian Indonesia bisa dikatakan cukup lumpuh serta terjadi banyak PHK agar perusahaan bisa tetap melakukan kegiatan produksi.

Dari penjelasan singkat di atas, kira-kira Anda sudah bisa meraba apa saja dampak penurunan ekonomi ini? Jika belum, mari simak daftarnya di bawah ini.

Kasus PHK Menjadi Marak

Salah satu dampak terjadinya penurunan ekonomi ialah kasus PHK atau pemutusan hubungan kerja menjadi marak. Dengan kata lain, pekerja yang mempunyai kontrak dalam jangka pendek ada kemungkinan tidak diperpanjang.

Hal ini akan sangat mungkin terjadi terutama bila industri yang bersangkutan sangat terpengaruh oleh penurunan ekonomi.

Konsumsi Masyarakat Menurun

Ketika terjadi penurunan ekonomi juga, daya beli masyarakat kalangan bawah akan menurun. Sementara masyarakat kalangan atas memang mempunyai uang namun mereka akan cenderung lebih berhati-hati dalam menggunakannya.

Dengan kata lain, baik masyarakat kalangan bawah maupun kalangan atas akan mengurangi aktivitas konsumsinya.

Nah, masyarakat di sini kan juga berperan sebagai pembeli atau konsumen. Kalau pembelinya saja sepi, maka penjualan produk oleh produsen akan menurun sehingga kemudian diambillah keputusan untuk efisiensi termasuk salah satunya PHK itu tadi, mengingat keberlangsungan industri sangat bergantung pada permintaan masyarakat sebagai konsumen.

Kemiskinan akan Meningkat

Masih berlanjut dari dampak yang sebelumnya, resesi juga akan mengakibatkan kemiskinan menjadi meningkat. Mengapa demikian? Karena jika kasus PHK atau pemutusan hubungan kerja terjadi, maka pengangguran akan meningkat. Jika sudah demikian, otomatis masyarakat miskin jumlahnya akan bertambah.

Selain itu, dengan hilangnya pekerjaan masyarakat, mereka juga akan kehilangan beberapa hal lain seperti rumah yang belum lunas cicilannya, para pemuda kehilangan kesempatan kerja dan lain sebagainya.

Deflasi

Dampak yang satu ini juga masih berkaitan dengan dampak-dampak sebelumnya. Mengingat daya beli masyarakat yang menurun karena mereka berusaha menahan uangnya, sudah tentu perputaran uang akan berkurang. Jika perputaran uang berkurang, ini akan berdampak pada jatuhnya harga produk baik barang maupun jasa.

Sebenarnya jika dari sisi masyarakat, kondisi jatuhnya harga produk atau deflasi ini sangat menguntungkan. Akan tetapi, deflasi juga sekaligus akan merusak perekonomian terutama dalam hal meningkatnya angka pengangguran.

Sebab perusahaan akan melakukan efisiensi termasuk memutuskan hubungan kerja karyawan seperti yang telah disebutkan sebelumnya,

Cara Mengatasi Resesi Ekonomi

Bagaimana terjadinya penurunan ekonomi, apa yang mungkin menjadi penyebabnya dan dampak yang ditimbulkannya sudah Anda ketahui. Namun tentang bagaimana dan sejauh apa kondisi tersebut mempengaruhi kehidupan seseorang tentu Anda tidak akan tahu.

Namun sebenarnya penurunan ekonomi seperti ini umumnya hanya terjadi dalam waktu yang relatif singkat.

Akan tetapi, sebaiknya Anda sebagai masyarakat juga jangan hanya berdiam diri saja. Karena ada sejumlah hal yang perlu dilakukan agar bisa bertahan di tengah-tengah kondisi ekonomi yang sedang menurun seperti ini, di antaranya adalah sebagai berikut.

Pastikan untuk Memiliki Tabungan

Bagi sebagian orang, memang menabung bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika orang tersebut mempunyai banyak tanggungan dan kebutuhan. Namun, menabung sebaiknya tetap dilakukan sebagai persiapan untuk menghadapi kondisi yang tidak diharapkan seperti penurunan ekonomi secara umum seperti ini.

Dengan Anda memiliki tabungan, maka keadaan-keadaan darurat yang tidak bisa terhindarkan seperti membayar tagihan, memperbaiki bagian rumah yang rusak bahkan biaya hidup setelah di PHK akan terjamin. Selain itu, beban pikiran Anda untuk bertahan hidup di tengah-tengah terjadinya penurunan ekonomi juga bisa berkurang.

Kalaupun sebelumnya Anda sudah rutin menabung dengan nominal tertentu, upayakan untuk menambah jumlah uang yang harus ditabung. Strategi seperti ini tentu akan menyelamatkan Anda di saat-saat krisis.

Pastikan bahwa Asuransi Anda Tetap Dibayar

Salah satu dampak terjadinya penurunan ekonomi ialah jumlah premi akan naik bahkan bisa dua kali lipat dari yang sebelumnya. Jika Anda memiliki asuransi, baik itu asuransi jiwa, asuransi kesehatan maupun asuransi yang lainnya, sebaiknya pastikan untuk tetap membayarnya.

Karena ini juga bisa menjadi senjata Anda ketika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.

Buat Anggaran Hidup yang Baru dan Terapkan

Menyisihkan sebagian uang sebagai tabungan bukan hanya akan menyelamatkan kondisi finansial, tetapi juga bisa membantu Anda mengambil keputusan yang terkait dengan keuangan.

Terkait dengan hal ini juga, buatlah anggaran untuk menentukan barang-barang prioritas dan pendukung yang diperlukan. Nanti, jangan lupa untuk menerapkannya dengan disiplin juga ya.

Waspadai Pengeluaran

Bukan hanya perusahaan saja yang harus berhemat di masa terjadinya penurunan ekonomi, tetapi Anda juga. Cara mengatasi resesi ekonomi dengan penghematan di sini bisa dilakukan dengan cara memangkas biaya-biaya yang tidak diperlukan. Misalnya, tidak makan di luar sesering biasanya.

Mungkin ini tidak begitu terasa tetapi dampaknya pada anggaran Anda akan sangat terasa nantinya. Anggaran yang sebelumnya biasa digunakan untuk makan di luar ini nanti bisa Anda pertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan yang lain. Atau lebih memilih untuk memasukkannya ke dalam tabungan juga bisa.

Cara Mengatasi Resesi Ekonomi dengan Penghasilan Tambahan

Sebenarnya kalau memungkinkan, mencari penghasilan tambahan juga merupakan solusi yang bagus. Karena kan logikanya, semakin cepat Anda mengumpulkan uang, maka akan semakin baik.

Untuk ini, Anda dapat memanfaatkan kemampuan atau mungkin hobi yang selama ini terpendam karena pekerjaan atau aktivitas lainnya.

Tanpa bisa dipungkiri, resesi memang merupakan kondisi yang mengkhawatirkan. Namun Anda tidak perlu khawatir, tetaplah positive thinking karena pada dasarnya resesi itu tidak akan berlangsung lama.

Walaupun Anda terguncang saat menghadapinya, ingatlah hal yang sama juga pasti dirasakan oleh orang lain. Tetap semangat saja dan upayakan yang terbaik untuk bertahan.

Leave a Comment