Pusat Perdagangan Komoditas: Definisi, Jenis, Kelompok

Istilah komoditas pasti sudah tidak asing lagi di telinga, terutama jika berkaitan dengan ilmu ekonomi. Istilah komoditas ini sangat berkaitan erat dengan barang yang diperjual belikan baik dilakukan dalam lingkup lokal hingga interlokal.

Jika dipahami secara sederhana, komoditas adalah barang yang diperdagangkan. Suatu negara atau wilayah pasti memiliki komoditas unggulannya masing-masing.

Karena komoditas tersebut, suatu negara memiliki ciri khasnya hal tersebut yang membuat sebuah negara dikenal. Untuk lebih jelasnya, berikut pembahasan lengkap mengenai komoditas, dari definisi, kelompok, hingga pusat perdagangannya.

Pengertian Komoditas

Dalam ilmu ekonomi, yang dimaksud dengan komoditas adalah barang dasar berwujud yang digunakan dalam sebuah kegiatan perdagangan serta dapat ditukarkan dengan barang lain yang memiliki nilai sepadan.

Barang tersebut memiliki perlakuan yang sama dengan tidak memerhatikan pihak produsen.

Selain itu, komoditas juga bisa dipahami sebagai kelompok barang maupun jasa ekonomi yang mempunyai tingkat kesepadanan penuh maupun separuh namun tetap memiliki sifat substansial.

Dalam memperlakukan barang komoditas pasar tidak akan memerhatikan segi merek maupun pihak yang memproduksi barang tersebut.

Misalnya adalah penjualan beras di pasaran. Pasar tidak akan memedulikan siapa yang memproduksi beras, apakah petani miskin, petani kaya, petani dari desa, atau yang lainnya. Namun yang diperhatikan adalah barang itu sendiri.

Misalkan di situ ada petani dari kota A menjual beras dan petani B juga menjual beras yang sama, maka beras tetaplah beras, tidak memandang siapa petaninya.

Dari pengertian secara ekonomi tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa komoditas memiliki dua sifat, yakni:

  • Barang yang diperdagangkan merupakan barang produksi oleh banyak produsen yang berbeda-beda.
  • Di setiap rantai pemasarannya, barang memiliki kualitas yang seragam.

Namun, perlu diperhatikan bahwa meski suatu barang memiliki wujud, tidak seluruhnya bisa dikatakan sebagai komoditas. Contohnya adalah pakaian yang diproduksi oleh konveksi.

Meskipun memiliki wujud yang nyata, pakaian bukan merupakan bahan dasar, merupakan produk olahan dari kain. Untuk itu, pakaian tidak dapat dikatakan sebagai komoditas, melainkan diferensiasi produk dari kain.

Baca juga: 10 Contoh Komoditas Unggulan Ekspor Indonesia

Kelompok Jenis Komoditas

Komoditas adalah barang yang memiliki banyak kelompok dan cakupan jenis produk yang luas di pasaran.

Kelompok Komoditas Utama

Ada 4 kelompok komoditas yang menjadi objek inti dalam kegiatan perdagangan, yakni:

Logam

Yang termasuk dalam kelompok komoditas logam adalah produk hasil pertambangan, baik logam berharga maupun logam industri. Logam berharga contohnya adalah emas, platinum, perak, dan paladium.

Komoditas logam dalam perdagangan internasional diperjualbelikan menggunakan satuan troy ons, terkecuali emas. Emas tetap diperdagangkan menggunakan satuan kilogram.

Sementara itu, logam industri contohnya adalah aluminium, tembaga, besi, timah, nikel, magnesium, kobalt, titanium, dan lain sebagainya. Berbeda dengan logam berharga, logam industri diperdagangkan menggunakan satuan yang bermacam-macam, seperti ton, metrik, kilogram, maupun ons.

Energi

Yang dimaksud dengan komoditas energi adalah komoditas yang berupa produk-produk tambang dan eksplorasi yang digunakan sebagai bahan bakar.

Contoh dari komoditas energi tersebut adalah minyak bumi dan batu bara. Komoditas tersebut dapat dijual dengan bentuk bensin, diesel, brent crude oil, bensin tanpa timbal, dan light sweet crude oil.

Produk komoditas yang berupa bahan bakar ini dijual dengan satuan barel, ton, maupun metrik dalam perdagangan internasional.

Peternakan

Komoditas peternakan merupakan kelompok komoditas yang merupakan produk-produk hasil peternakan yang dapat berupa susu, daging, maupun pakan ternaknya.

Contoh komoditas peternakan adalah sapi, daging sapi, ayam, daging ayam, babi, daging babi, susu sapi, dan pakan ternak. Komoditas peternakan dalam perdagangan internasional menggunakan satuan pon.

Pertanian

Komoditas utama terakhir adalah pertanian, yakni produk-produk yang merupakan hasil dari kegiatan pertanian. Komoditas pertanian ini memiliki dua jenis produk, yakni produk hasil pertanian dan produk hasil perhutanan.

Contoh dari komoditas hasil pertanian adalah gandum, beras, jagung, kedelai, gula, kopi, dan lain sejenisnya.

Sedangkan contoh komoditas hasil perhutanan adalah kelapa sawit, karet, kapas, rotan, dan lain sebagainya. Untuk satuannya, komoditas pertanian diperdagangkan menggunakan satuan ons, kilogram, ton, dan gantang.

Komoditas Berdasarkan Sifat yang Dimilikinya

Selain keempat komoditas utama, komoditas juga dikelompokkan berdasarkan sifat yang dimilikinya, yakni:

Komoditas Lunak (Soft Commodity)

Yang termasuk ke dalam kategori komoditas bersifat lunak adalah produk-produk hasil pertanian, perhutanan, dan peternakan.

Contohnya adalah daging, susu, beras, gandum, jagung, pakan ternak, karet, kopi, rotan, dan lain sejenisnya. Untuk pergerakan harga jenis komoditas yang satu ini sering kali mengalami fluktuatif tiba-tiba.

Adanya fluktuatif yang terjadi secara tiba-tiba disebabkan oleh pengaruh cuaca dan kondisi alam pada kelompok komoditas tersebut. Dengan pengaruh kondisi alam dan cuaca itu pun menyebabkan suatu komoditas yang ada di suatu negara belum tentu ada di negara lainnya.

Komoditas Keras (Hard Commodity)

Komoditas keras merupakan kelompok komoditas yang berupa produk-produk dari hasil alam yang didapatkan melalui aktivitas penambangan maupun ekstraksi.

Contohnya adalah logam mulia, logam industri, batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Dalam komoditas keras ini, yang paling banyak diperjualbelikan adalah komoditas berbentuk energi.

Sehingga tidak mengherankan jika negara-negara yang memiliki komoditas utama jenis keras ini memiliki pengaruh yang besar terhadap nilai tukar mata uang yang dimilikinya. Contohnya adalah Amerika Serikat dan Arab Saudi.

Pusat Perdagangan Komoditas

Dalam penjualan komoditas tidak bisa diperdagangkan secara sembarangan, terlebih mencakup perdagangan internasional. Untuk melakukan transaksi jual beli komoditas ini, biasanya diperlukan kontrak berjangka.

Di dalam kontrak berjangka tersebut tercantum standar dasar yang berkaitan erat dengan jumlah serta kualitas minimum suatu komoditas yang diperdagangkan.

Pusat perdagangan komoditas dapat begitu efisien, terlebih jika terdapat pembagian kelompok yang selaras dengan segmen permintaan. Pusat perdagangan atau pasar ini akan merespons secara cepat jika ada perubahan dalam penawaran serta permintaan. Respons tersebut ditujukan agar keseimbangan harga dan kuantitas dapat ditemukan.

Dalam pusat perdagangan komoditas tersebut terdapat dua jenis pedagang, yakni produsen dan spekulan.

Produsen

Produsen merupakan jenis pedagang yang memakai kontrak berjangka sebagai pelindung nilai maupun harga komoditas sampai masa kontraknya telah berakhir.

Contohnya adalah petani yang menanam gandum melakukan perlindungan terhadap nilai agar risiko kehilangan uang saat harga gandum mengalami penurunan drastis sebelum panen dapat dikurangi sebesar mungkin.

Petani gandum melalui kontrak tersebut dapat melakukan penjualan gandum ketika masih dalam masa tanam dan menjamin harga gandum tersebut ketika panen tiba.

Spekulan

Berbeda dengan produsen yang menangani komoditas secara langsung, para spekulan merupakan pedagang yang melakukan perdagangan di pasar komoditas untuk memperoleh keuntungan dari adanya pergerakan harga suatu komoditas yang mengalami fluktuatif.

Para spekulan ini tidak menggunakan kontrak berjangka, sehingga tidak dapat menjamin nilai dan harga komoditas terproteksi.

Perdagangan komoditas merupakan salah satu bagian penting yang dapat menaikkan pendapatan negara. Untuk itu, sebagai generasi bangsa dapat selalu menjaga komoditas asli Indonesia agar tetap tersedia dan memiliki kualitas yang meningkat.

Leave a Comment