Proses Produksi: Tahapan, Contoh dan Sifatnya

Proses produksi adalah kegiatan, teknik, metode yang dikombinasikan untuk menghasilkan sebuah produk, atau mencapai hasil yang diingankan.

Adanya kegiatan produksi juga memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas atau pekerjaan, karena baik produksi jasa maupun barang begitu penting kehadirannya. Lalu, bagaimanakah tahapan, contoh dan sifat kegiatan produksi itu?

Tahap-Tahap Kegiatan Produksi

Tahapan dalam kegiatan produksi perlu diperhatikan dan dijalankan dengan runtut agar sistem produksi bisa berjalan sesuai panduan. Berikut merupakan tahapan dalam kegiatan produksi yang dimaksud.

Planning (Perencanaan)

Sebelum memulai kegiatan produksi, perusahaan akan melakukan planning atau perencanaan. Setelah itu akan dilakukan follow up, yakni proses yang digunakan untuk mendorong perencanaan proses dalam produksi bisa terkoordinasi.

Dalam tahap inilah akan ditentukan produk seperti apa yang akan diproduksi, berapa jumlah bahan bakunya, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dan biayanya.

Proses perencanan dalam produksi

Tahap ini merupakan tahap penting yang menentukan wujud dan penampilan produk setelah jadi, karena di dalam tahap ini juga ditentukan rancangan mengenai bentuk produk yang akan dibuat. Agar dapat melewati tahap ini dengan baik dan sukses, diperlukan pengetahuan yang baik mengenai jenis barang produksi, kebutuhannya, dan kemampuan yang dimiliki oleh produsen.

Routing (Penentuan Alur)

Routing adalah proses yang di dalamnya berisi penetapan dan penentuan alur atau urutan kegiatan produksi. Alur yang ditentukan dalam proses ini meliputi pengolahan awal dari bahan baku, pembentukan, pemolesan, finishing, pengawasan mutu dan kualitas, hingga distribusi produk hasil dari kegiatan produksi tersebut.

Urutan kegiatan produksi dan pekerja yang menanganinya perlu ditentukan secara tepat agar tujuan produksi dan rancangan yang sebelumnya dilakukan bisa berhasil.

Scheduling (Penjadwalan)

Setelah alur ditentukan, langkah selanjutnya adalah menentukan jadwal kegiatan pada proses scheduling. Dalam menentukan jadwal, hal yang harus diperhatikan adalah jam kerja pekerja serta lamanya tiap-tiap alur dalam kegiatan produksi.

Dengan mempertimbangkan hal itu, diharapkan bisa terlaksananya kegiatan produksi yang tepat waktu.

Pembuatan jadwal dilakukan dengan cara membuat jadwal utama di awal untuk kemudian dilakukan pemecahan jadwal menjadi lebih rinci lagi agar mudah diterapkan sesuai waktunya.

Dispatching (Perintah Mulai Produksi)

Agar kegiatan bisa teratur, maka diperlukan juga komando yang bertujuan memberi aba-aba kapan proses akan dilakukan tiap jadwalnya. Penetapan dan penentuan proses komando ini dilakukan pada tahap yang dinamakan dispatching.

Dalam proses ini, hasil perencanaan dan penjadwalan akan dicantumkan untuk kemudian dilakukan pembagian perintah untuk mulai produksi.

Contoh Kegiatan Produksi

Kegiatan Produksi Kaos

Produksi kaos merupakan salah satu contoh produksi yang ada di kehidupan sehari-hari. Untuk membuat satu buah kaos polos dibutuhkan langkah-langkah yang sistematis dan tidak bisa diubah-ubah.

Input sederhana dari pembuatan kaos polos adalah kain polos, mesin jahit, benang, jarum, gunting, dan sebagainya.

Sedangkan untuk prosesnya adalah dari membuat pola hingga finishing di tahap akhir. Setelah input melalui proses maka akan keluar output-nya yakni kaos polos.

Pembuatan Nasi Goreng

Pembuatan nasi goreng juga termasuk ke dalam contoh kegiatan produksi, meski bukan dalam lingkup industri. Untuk membuat output berupa nasi goreng dibutuhkan input yang berupa nasi, bawang, cabai, dan bumbu lainnya beserta alat-alat pembuatannya.

Selanjutnya adalah tahap produksi, yakni penumisan bumbu-bumbu dan pencampuran nasi dengan bumbu yang sudah ditumis untuk menghasilkan output.

Proses Belajar Mengajar

Di bidang jasa, contohnya adalah proses belajar mengajar antara guru dengan muridnya. Input yang ada adalah guru, siswa, dan peralatan pendukung lainnya. Kemudian melalui proses penjelasan oleh guru yang ditanggapi oleh murid. Output-nya adalah pengetahuan yang terserap oleh murid.

Layanan Transportasi

Di bidang jasa lain ada layanan transportasi yang merupakan salah satu contoh kegiatan produksi.

Layanan transportasi merupakan contoh dari produksi terus menerus yang tidak terikat jangka waktu. Jika dirincikan, input-nya adalah penumpang, barang, kondektur, sopir, dan lain sebagainya.

Prosesnya adalah penumpang membeli tiket kemudian naik ke dalam kendaraan dan sopir mengantarkan penumpang ke tempat tujuan. Output-nya adalah penumpang mendapatkan layanan transportasi dan bisa sampai ke tempat tujuan.

Produksi Pertanian

Produksi pertanian juga tak kalah pentingnya dalam mengambil peran ekonomi. Input-nya adalah petani, tanah, biji, dan media yang lainnya. Prosesnya dimulai dari petani menyiapkan lahan hingga petani memanen hasil tanaman. Output-nya adalah hasil panen, bisa berupa padi, jagung, dan tanaman lain yang ditanam sebelumnya.

Sifat Proses Produksi

Proses produksi memiliki beberapa sifat atau karakteristik yang dibedakan menjadi tiga golongan, yakni:

Menurut Prosesnya

Menurut prosesnya, kegiatan produksi memiliki karakteristik sebagai berikut:

Produksi Langsung

Produksi langsung merupakan kegiatan produksi yang mencakup produksi primer dan produksi sekunder. Produksi primer merupakan kegiatan produksi yang dilakukan dengan cara mengambil langsung dari alam. Contohnya adalah bertani, menambang, beternak, dan lain sebagainya.

Sedangkan produksi sekunder merupakan kegiatan produksi yang membuat nilai suatu bahan atau barang menjadi lebih banyak, seperti pemanfaatan kayu sebagai bahan bangunan, besi untuk pembuatan rel kereta, dan lain sebagainya.

Produksi Tidak Langsung

Yang dimaksud dengan produksi tidak langsung adalah kegiatan produksi yang memberikan hasil dari keahlian seseorang maupun pemberian layanan. Contohnya adalah layanan kesehatan, layanan mekanik atau perbaikan, layanan kecantikan, layanan konsultasi, dan lain sejenisnya.

Menurut Sifat Prosesnya

Menurut sifatnya, kegiatan produksi memiliki karakteristik sebagai berikut:

Proses Sintetis

Yang disebut dengan proses produksi sintetis adalah kegiatan menggabungkan beberapa bahan menjadi suatu bentuk produk baru. Proses sintetis tersebut biasa dikenal oleh masyarakat sebagai proses perakitan.

Proses Analitik

Proses analitik merupakan aktivitas produksi yang dilakukan dengan cara memisahkan suatu produk menjadi lebih rinci meski bentuknya masih mirip dengan bentuk asalnya.

Proses Ekstraktif

Adapun yang disebut dengan proses ekstraktif adalah aktivitas produksi yang dilakukan dengan cara mengambil produk secara langsung di alam.

Proses Fabrikasi

Yang disebut dengan proses fabrikasi adalah proses pengubahan bahan baku menjadi suatu barang atau produk baru.

Menurut Jangka Waktu Produksinya

Berdasarkan jangka waktu produksinya, kegiatan produksi memiliki karakteristik:

‌Produksi Terputus-putus

Produksi terputus-putus merupakan produksi yang memungkinkan dilakukannya kegiatan dalam waktu tertentu atau sewaktu-waktu, dan biasanya tergantung pesanan, musim, maupun faktor yang melatarbelakangi lainnya.

‌Produksi Terus Menerus

Produksi terus menerus memungkinkan suatu perusahaan melakukan kegiatan produksi dalam jangka waktu yang panjang dan sifatnya terus menerus tidak bergantung musim maupun periode tertentu. Selain itu, produksi terus menerus juga menggunakan banyak fasilitas terutama mesin dalam prosesnya.

Kesimpulan

Apa itu proses produksi?

Proses produksi adalah kegiatan, teknik, metode yang dikombinasikan untuk menghasilkan sebuah produk, atau mencapai hasil yang diingankan.

Apa saja tahapan proses produksi?

Ada 4 tahapan proses produksi yaitu:

Tahap-Tahap Kegiatan Produksi

  1. Planning (Perencanaan)
  2. Routing (Penentuan Alur)
  3. Scheduling (Penjadwalan)
  4. Dispatching (Perintah Mulai Produksi)

Apa tujuan proses produksi?

Tujuan dari proses produksi adalah menghasilkan produk baik barang maupun jasa.

Apa sifat proses produksi?

Sifat proses produksi dibagi menjadi 3 diantaranya menurut proses, menurut sifat proses dan menurut jangka waktu produksinya.

Menurut Prosesnya:

  1. Produksi Langsung
  2. Produksi Tidak Langsung

Menurut Sifat Prosesnya

  1. Proses Sintetis
  2. Proses Analitik
  3. Proses Ekstraktif
  4. Proses Fabrikasi

Menurut Jangka Waktu Produksinya

  1. ‌Produksi Terputus-putus
  2. ‌Produksi Terus Menerus

Dalam kegiatan produksi pasti ada tahapannya yang perlu diperhatikan. Dari awal hingga akhir, semua langkah perlu diperhatikan agar produksi bisa menghasilkan produk berkualitas baik serta bermanfaat. Untuk itu, mempelajari secara detail apa yang sudah dijelaskan sangat penting.

Leave a Comment