Produksi Terus Menerus: Pengertian, Ciri-Ciri, Contoh, Kelebihan Dan Kekurangan

Proses produksi merupakan tahapan yang tidak bisa dihilangkan dari kegiatan bisnis. Tanpa adanya proses produksi, suatu barang olahan atau jasa tidak akan tercipta.

Produksi terus-menerus adalah salah satu jenis produksi yang banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan di seluruh dunia. Dalam produksi terus-menerus, perusahaan akan memproduksi barang tanpa terikat periode atau musim.

Lawan dari produksi terus-menerus adalah produksi terputus-putus, yakni proses produksi yang dilakukan pada periode tertentu. Untuk memahami lebih lanjut, berikut merupakan pembahasan lengkap mengenai produksi terus-menerus.

Pengertian Produksi Terus-menerus

Produksi terus-menerus adalah proses produksi yang berlangsung dalam jangka waktu panjang dan tidak terikat dengan musim.

Pengertian produksi terus menerus

Pola atau urutan dalam pelaksanaan proses produksinya, produksi terus-menerus menggunakan pola urutan yang sama dan berulang. Produksi terus-menerus disebut juga dengan istilah Continuous Process atau proses berkelanjutan.

Industri yang sering menggunakan sistem produksi ini adalah industri yang memiliki skala produksi besar.

Tak hanya itu, industri modern yang mengutamakan kecanggihan teknologi juga biasanya memilih menggunakan sistem ini karena lebih praktis jika dibandingkan dengan penggunaan tenaga konvensional atau tenaga manusia yang menangani proses pemindahan dan yang lainnya.

Meskipun produksi dilakukan secara terus-menerus, tetapi ada kalanya produksi dihentikan dalam rangka perawatan maupun perbaikan mesin.

Hal ini perlu dilakukan agar dapat menghindari kemacetan pada saat proses produksi dijalankan, sehingga keterlambatan proses produksi juga dapat diperkecil. Penghentian produksi ini bisa dilakukan setiap sebulan sekali, 3 bulan sekali, atau setahun sekali.

Ciri-Ciri Produksi Terus-menerus

Ciri-ciri yang dimiliki oleh produksi terus-menerus adalah:

  1. Produk yang dihasilkan umumnya berjumlah besar tetapi variasi produk tersebut tergolong sangat kecil dan sudah distandarisasi.
  2. Sistem atau cara penyusunan peralatan yang digunakan dalam menghasilkan produk didasarkan pada urutan pengerjaan.
  3. Mesin yang digunakan dalam proses produksi merupakan mesin yang memiliki kekhususan tersendiri sesuai dengan produk yang dihasilkan (special purpose machines).
  4. Operator yang berperan dalam pengoperasian mesin-mesin produksi tidak perlu memiliki keahlian khusus yang cukup tinggi karena mesin-mesin khusus yang dimiliki pabrik sudah sangat canggih dan biasanya bersifat otomatis.
  5. Proses produksi dapat terhenti secara total jika terdapat mesin-mesin yang mengalami kerusakan dalam jumlah besar.
  6. Karena mesin yang digunakan sifatnya otomatis dan bisa bekerja menghasilkan produk yang sudah dirancang, maka tak heran jika karyawan atau tenaga kerja di pabrik sangat sedikit.
  7. Dibandingkan dengan intermitten process, persediaan bahan baku pada continuous process lebih sedikit.
  8. Dibutuhkan spesialis yang dapat menangani mesin dengan baik karena tingginya pengetahuan dan pengalamannya.
  9. Penggunaan konveyor atau ban berjalan untuk memindahkan bahan-bahan sangat menonjol.

Contoh Produksi Terus-menerus

Contoh produksi terus-menerus adalah sebagai berikut:

Transportasi

Transportasi merupakan salah satu contoh produksi terus-menerus yang bisa dilihat setiap hari. Sistem produksi dalam transportasi ini menggunakan urutan, seperti sistem pada penjadwalan keberangkatan pesawat, kereta api, dan yang lainnya.

Jika salah satu kendaraan mengalami gangguan atau keterlambatan, maka kendaraan selanjutnya akan mengalami keterlambatan keberangkatan juga.

Selain mengatur keberangkatan, sistem transportasi yang teratur juga mengatur jadwal kedatangan atau jadwal tiba dengan sangat teliti. Keterlambatan atau waktu yang terlalu awal untuk kendaraan beroperasi dapat menyebabkan kerugian besar pada perusahaan.

Hal ini dikarenakan waktu telah disusun sedemikian rupa, sehingga harus pas dan tepat waktu, tidak bisa lebih awal atau terlambat.

Proses Administrasi

Proses administrasi yang dilaksanakan oleh lembaga catatan sipil dan sebagainya, juga termasuk ke dalam contoh produksi terus-menerus.

Sisi keruntutan sistem yang digunakan ada pada proses pencatatan yang dilanjutkan dengan perekaman data-data untuk kemudian dicetak menjadi dokumen yang dibutuhkan.

Proses administrasi dalam hal ini yang dimaksud adalah seperti proses administrasi pada pembuatan KTP, akta kelahiran, pembuatan paspor, dan lain sebagainya.

Proses administrasi tersebut harus berjalan runtut dan tidak bisa lanjut ke proses selanjutnya jika proses yang sedang dijalankan belum selesai.

Sisi canggihnya juga terlihat dari penggunaan komputer dengan aplikasi-aplikasi canggih di dalamnya. Namun, jika komputer tersebut mengalami gangguan, maka proses administrasi bisa saja mengalami gangguan.

Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manufaktur merupakan salah satu bagian terpenting dari adanya proses berkelanjutan dalam dunia bisnis. Dalam menjalankan kegiatan produksinya, perusahaan akan menggunakan tambahan alat-alat canggih untuk mempercepat serta mempermudah jalannya proses produksi.

Tenaga manusia yang dahulu begitu berperan penting, kini telah tergantikan dengan mesin otomatis.

Selain itu, dalam menjalankan proses produksinya, perusahaan manufaktur juga menerapkan urutan yang runtut antara proses satu dengan yang lainnya. Contoh saja diawali dari pemilihan bahan baku, perencanaan dan lain sebagainya, hingga diproses menjadi barang jadi.

Namun, jika salah satu komponen mesin mengalami kemacetan, maka otomatis jadwal akan berubah.

Untuk menghindari hal ini, pihak perusahaan akan menghindarinya dengan cara melakukan pengecekan dan perbaikan terhadap mesin-mesin yang beroperasi. Selama masa tersebut, maka kegiatan produksi sementara akan dihentikan terlebih dahulu.

Kelebihan Produksi Terus Menerus

Penggunaan sistem produksi secara terus-menerus atau berkelanjutan, tentu dilatarbelakangi oleh adanya kelebihan dari sistem tersebut, di antaranya:

  1. Jika produk dan volume yang dihasilkan cukup besar serta telah distandarisasi maka tingkat biaya produksi per unit dapat rendah.
  2. Penggunaan sistem pemindahan bahan menggunakan mesin canggih memungkinkan dapat dikuranginya pemborosan penggunaan tenaga kerja manusia.
  3. Jumlah tenaga kerja yang sedikit serta tenaga kerja berkemampuan tinggi yang tidak terlalu dibutuhkan dalam pengoperasian mesin menyebabkan biaya tenaga kerja yang harus dibayarkan menjadi rendah atau sedikit.
  4. Pemindahan bahan dalam pabrik tidak membutuhkan biaya yang besar akibat dari penggunaan tenaga mesin untuk pemindahan bahan yang berjarak pendek.
  5. Dapat menghindari kesalahan produksi karena kecerobohan tangan manusia ketika produksi berlanjut.
  6. Sifatnya lebih efisien karena menghemat waktu dan tenaga.

Kekurangan Produksi Terus Menerus

Ternyata selain memiliki kelebihan, produksi secara terus-menerus juga memiliki kekurangan dibandingkan dengan produksi secara terputus-putus atau musiman, di antaranya:

  1. Jika permintaan produk yang dilakukan oleh konsumen atau pelanggan mengalami perubahan produk, maka akan sangat sukar melakukan pergantian mesin. Hal ini dikarenakan continuous process telah dirancang untuk menghasilkan produk yang sama dan kira-kira permintaannya cukup stabil dengan gaya produk yang tidak terlalu mengalami perubahan besar.
  2. Penggunaan sistem urutan dalam pengerjaan produk menyebabkan apabila salah satu tahap mengalami kemacetan maka tahap yang lainnya juga akan terhenti, baik di awal, akhir, maupun di tengah-tengah.
  3. Sifatnya sangat kaku karena tingkat produksi telah ditentukan sebelumnya, sehingga akan mengalami kesulitan jika terjadi perubahan terhadap tingkat permintaan pelanggan.
  4. Biasanya produksi dilakukan secara besar-besaran, sehingga sangat sulit diterapkan untuk industri kecil.

Manfaat Produksi Terus Menerus

Dari kesimpulan di atas produksi terus menerus memiliki manfaat seperti menghemat biaya produksi, lebih efektif dalam proses memproduksi barang karena menggunakan mesin, meminimalisir kesalahan dengan penggunaan teknologi modern.

Secara garis besar dapat dipahami bahwa sistem produksi secara terus-menerus sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar, karena lebih hemat waktu dan tenaga serta tidak memerlukan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Leave a Comment