40 Permainan Tradisional Beserta Asal Daerahnya

Indonesia tidak hanya memiliki banyak pulau tapi juga kaya akan budaya dan permainan tradisional. Meskipun sudah banyak yang tergeser oleh zaman dan perkembangan teknologi, tapi sejumlah permainan lama ini pernah sangat menghibur pada masanya. Terakhir dimainkan adalah sekitar tahun 90-an. Apa saja sih macam-macam permainan ini? Berikut daftarnya.

Permainan Tradisional

1. Gundu

main kelereng atau gundu

Gundu adalah permainan favorit anak laki-laki tahun 90-an yang menggunakan kelereng. Pemain yang berhasil mengenai kelereng lawan berhak mendapatkan kelereng tersebut. Dari berbagai penelusuran, permainan gundu ternyata berasal dari peradaban Mesir Kuno pada tahun 3000 SM.

Di Indonesia sendiri, permainan ini biasa dimainkan orang Sunda, Jawa, hingga Banjar.

Lihat juga: Tari Tradisional Indonesia

2. ABC Lima Dasar 

ABC lima berasal dari Jawa Tengah. Permainan ini sangat sederhana, hanya membutuhkan jari masing-masing pemain untuk menentukan huruf apa yang akan digunakan. Misal ada 5 jari, berarti hurufnya E, semua pemain harus menyebutkan segala hal yang berawalan E dalam waktu tertentu.

3. Kasti

Kasti adalah permainan olahraga dari Jawa, yang dilakukan dua kelompok dengan alat berupa bola tenis dan pemukul bola. Tim penjaga bertugas melempar bola untuk dipukul lawan dan menangkap bola untuk dilempar ke tubuh lawan. Tim yang bermain harus memukul bola sejauh mungkin dan berlari kembali ke home dengan melewati beberapa pos yang dijaga anggota lawan dan tidak boleh terkena bola. 

4. Paraga

permainan tradisional paraga

Permainan ini berasal dari suku Bugis yang tinggal di Sulawesi Selatan. Prinsip mainnya sama dengan sepak takraw, sama-sama menggunakan bola yang terbuat dari rotan dan harus dimainkan dengan kaki atau kepala tanpa menyentuh tanah.

5. Pletokan

Pletokan adalah permainan tembak-tembakan khas masyarakat Betawi, yang menggunakan tabung bambu kecil sebagai senjata dan biji-bijian sebagai pelurunya.

6. Pathol

Pathol adalah olahraga gulat tradisional dari Rembang, Jawa Tengah. Gulat pathol umumnya diadakan sebelum periode bulan purnama dan pada hari khusus seperti upacara sedekah laut.

7. Gangsing / Gasing

Permainan ini juga biasa dimainkan oleh anak laki-laki. Misi dari permainan ini adalah menjatuhkan gangsing lawan atau membuatnya keluar dari lingkaran yang telah digambar. Gangsing dimainkan di banyak daerah di Indonesia, seperti Kepulauan Tujuh, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, NTT, dan Jawa.

8. Lompat Tali

permainan lompat tali

Tidak ada sumber valid yang menginformasikan kapan dan darimana permainan ini berasal. Namun, banyak yang menyebutkan bahwa permainan anak perempuan ini sudah muncul sejak Belanda menjajah Indonesia, karena permainan ini awalnya dimainkan oleh anak-anak Belanda.  

Permainan yang sangat populer ini paling sering dimainkan anak sekolah dasar pada jam istirahat. Tali lompat yang digunakan terbuat dari puluhan/ratusan karet gelang yang diikat satu sama lain.  Pemain akan bergiliran melompati tali yang dipegang oleh dua anak perempuan di setiap ujungnya.

9. Bekel

Permainan ini ternyata juga berasal dari orang-orang Belanda yang masuk ke Nusantara. Istilah bekel merupakan bahasa Belanda yang nama aslinya adalah bikkelspel atau bikkelen. Permainan bekel kemudian berkembang di Pulau Jawa dan biasanya dimainkan oleh anak-anak perempuan. Jumlah pemainnya bisa 2 – 4 orang atau lebih, dengan aturan-aturan yang telah disepakati bersama.

10. Layang-layang

Bermain layang-layang adalah kegiatan populer untuk anak-anak Indonesia jaman dulu. Provinsi di seluruh negeri ini bahkan memiliki desain layang-layang sendiri. Ada dua jenis layang-layang, pertama adalah layang-layang dengan ekor yang hanya untuk diterbangkan, kedua adalah layang-layang untuk pertarungan satu lawan satu di angkasa.

Catatan tua menyebutkan bahwa permainan ini pertama kali dikenal di Cina sekitar 2500 SM. Sedangkan di dalam negeri, layang-layang tertua ditemukan di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara pada tahun 9500 SM.

11. Kuda Lumping

Permainan klasik ini berasal dari Jawa dan menyebar di Sumatera Utara serta beberapa daerah lain di Tanah Air. Replika kuda lumping terbuat dari anyaman bambu yang dicat dengan warna cerah, dan kadang ditambahkan manik-manik atau bahan serupa untuk membuat tampilan yang penuh warna.

12. Congklak atau Dakon

permainan dakon

Salah satu game tertua yang dikenal di dunia adalah congklak, yang dapat ditelusuri hingga ke Mesir kuno. Dibawa ke Indonesia berabad-abad lalu oleh pedagang Arab dan India, yang kemudian berkembang di Jawa. Congklak dimainkan di papan kayu dengan lekukan melingkar di kedua sisi dan setiap ujung papan. Kemudian menggunakan kerang atau manik-manik yang terbagi rata di antara semua lekukan.

13. Egrang 

Egrang dibuat dari batang bambu sepanjang 2,5 meter, dengan pijakan untuk berdiri sekitar 50 cm dari bawah. Belum diketahui secara pasti dari mana asal permainan ini, tapi dapat ditemui di berbagai daerah di Indonesia dengan nama berbeda. 

Di wilayah Jawa Tengah, egrang dikenal dengan nama jangkungan (berasal dari nama burung berkaki panjang), di Sumatera Barat disebut dengan tengkak-tengkak (tengkak berarti pincang), di Bengkulu bernama ingkau (sepatu bambu), sedangkan orang Kalimantan Selatan menyebutnya batungkau. 

14. Gogorolongan atau Rorodaan

Gogorolongan adalah mainan yang terbuat dari kayu atau bambu yang berbentuk seperti scooter tapi lebih pendek dan memiliki roda di bagian bawah. Permainan ini berasal dari Jawa Barat dan sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

15. Gatrik

Game tradisional ini dimainkan dengan dua buah bambu, bambu pertama memiliki panjang sekitar 30 cm, dan satunya lagi berukuran lebih pendek. Bambu kecil ditempatkan di atas dua batu, kemudian dipukul dengan bambu yang panjang sejauh mungkin. Permainan khas Jawa Barat ini bisa dimainkan oleh anak-anak atau dewasa.

16. Galasin atau Gobak Sodor 

permainan tradisional gobak sodor

Galasin adalah permainan dua kelompok yang masing-masing terdiri dari 3-5 orang. Inti dari permainan ini adalah menghalangi tim lawan agar tidak dapat melewati garis-garis yang sudah ditentukan. Permainan ini sangat populer di wilayah Jawa, yang katanya berasal dari daerah Yogyakarta.

17. Balap Batok Kelapa

Game ini dapat dimainkan minimal 2 orang. Alat yang digunakan berupa dua buah batok kelapa yang sudah diberi tali di ujungnya. Setiap pemain berjalan di atas batok kelapa ini sampai mencapai garis finish. Berasal dari Sulawesi Selatan, permainan ini biasa dimainkan oleh suku Bugis. Namun, juga sudah menyebar di hampir seluruh Pulau Jawa.

18. Ular Naga 

Cara bermain ular naga cukup mudah. Dua orang berperan sebagai jebakan (berdiri berhadapan dan menyatukan kedua tangan di atas kepala) dan sisa pemain membentuk barisan panjang seperti ular dan terus-menerus masuk ke dalam jebakan sambil menyanyikan lagu khas ular naga. 

Nantinya, jebakan akan memilih satu orang di setiap dua putaran dan menanyakan beberapa pertanyaan. Permainan legendaris ini diyakini berasal dari daerah Jawa.

19. Delikan / Petak Umpet

Permainan populer di mana lalu ini bisa dimainkan oleh minimal dua orang, tapi semakin banyak pemain akan semakin seru. Satu pemain berperan sebagai penjaga dan menutup matanya, lalu pemain lain bersembunyi. 

Pemain yang pertama ditemukan akan menjadi penjaga berikutnya, dan yang terakhir ditemukan adalah pemenang. Masih sulit untuk menemukan informasi dari mana permainan ini berasal, yang jelas sangat populer di seluruh Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sumatera.

20. Lenggang Rotan

main Lenggang Rotan

Lenggang rotan dikenal sebagai hula-hoop di negara lain di luar Indonesia. Game ini sangat populer di kalangan anak perempuan Aceh. Permainan ini menggunakan ring yang terbuat dari rotan, kemudian pemain menggerakkan tubuh dan menjaga ring tetap bergerak di sekitar pinggul.

21. Ngadu Muncang

Permainan ini biasa dimainkan oleh anak-anak yang tinggal di pedesaan Jawa Barat. Ngadu muncang termasuk permainan musiman karena alat yang digunakan berupa biji kemiri yang tidak tumbuh sepanjang tahun. Jumlah pemain bisa dua orang atau lebih. Setiap pemain membawa muncang dan mengadunya dengan milik lawan. Pemain yang dapat mematahkan muncang pemain lain adalah pemenang.

22. Rangku Alu

Berasal dari Nusa Tenggara Timur, permainan tua ini adalah favorit di segala usia. Untuk memainkannya, hanya perlu empat batang bambu dan dua kelompok yang masing-masing terdiri dari empat orang. Satu kelompok bertugas menggerakkan bambu dan tim lain berdiri di dalam bambu tapi tidak boleh terjepit bambu.

23. Jamuran

Permainan yang berasal dari Jawa ini dimulai dengan hompimpa, yang menang membentuk lingkaran kecil sambil menyanyikan sebuah lagu dan yang kalah berdiri di tengah lingkaran lalu menjawab lagu dengan kata-kata tertentu.

24. Balap Karung

permainan tradisional balap karung

Permainan yang berasal dari masa penjajahan Jepang ini sangat populer di seluruh pelosok Indonesia. Permainannya sangat sederhana, seseorang hanya harus melompat memakai karung dari garis awal ke garis finish dan kembali ke garis awal. Bisa juga dilakukan dalam kelompok dengan sistem estafet. Permainan ini bisa diikuti oleh anak-anak atau dewasa, baik perempuan maupun pria.

25. Bentengan

Permainan ini terdiri dari banyak pemain yang dibagi menjadi dua tim. Masing-masing tim memiliki tiang bambu/kayu sebagai pos dan benteng. Misi game ini adalah menjaga banteng sendiri dan menguasai benteng lawan. Bentengan berasal dari Jawa Barat, yang kadang disebut juga dengan nama priprisan, rerebonan, omer, atau jek-jekan.

26. Engklek

Game tradisional ini ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali, Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan, tapi dengan nama yang berbeda. Setiap pemain harus melempar gacuk (batu datar/ pecahan ubin/lantai keramik) ke dalam salah satu kotak. Kemudian pemain berjalan melompat dengan satu kaki melewati kotak-kotak yang sudah digambar di atas tanah tanpa menginjak kotak yang terdapat gacuk.

27. Boi-boian

Permainan ini berasal dari Jawa, yang cara memainkannya hampir sama dengan bowling. Namun alat yang digunakan berupa potongan-potongan batu dan bolanya dibuat dari kumpulan kertas.

permainan balogo

Balogo adalah permainan kuno suku Banjar yang tinggal di Kalimantan Selatan. Alat permainan ini bernama “logo” (dua batok kelapa yang diisi tanah) dan “panapak” (tongkat sepanjang 40 cm). Panapak digunakan untuk mendorong logo agar menggelinding dan bisa merobohkan logo milik lawan. Permainan ini bisa dilakukan satu lawan satu atau dalam tim.

29. Cublak-Cublak Suweng

Permainan sederhana ini biasa dimainkan oleh anak-anak Jawa Tengah. Bisa dimainkan oleh tiga anak atau lebih. Salah satunya menutup mata sementara yang lain meletakkan tangan di punggung anak yang berlutut, kemudian mulai menyanyikan lagu cublak-cublak suweng dan pada saat yang sama kerikil kecil dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain untuk nantinya ditemukan oleh pemain yang menutup mata.

30. Meriam Bambu

Meriam bambu atau buluh meriam adalah permainan tradisional Melayu yang berkembang di Bengkulu dan akrab di seluruh Nusantara. Replika meriam terbuat dari bambu dengan diameter cukup besar, dan sering digunakan pada acara-acara tertentu seperti Ramadhan.

31. Ketapel

Ketapel adalah game kompetisi khas Bali yang dimainkan oleh anak-anak kecil untuk menjepret burung atau benda lain. Ketapel dibuat dari ranting pohon yang dipotong hingga membentuk huruf “Y”, pelurunya bisa berupa kerikil atau buah jambu biji.

32. Yoyo

permainan yoyo

Yoyo adalah game kuno dari Yunani yang sangat populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Hampir setiap pulau di Tanah Air mengenal baik permainan ini. Secara tradisional, yoyo terbuat dari kayu dalam bentuk bulat dan dililit tali untuk nantinya diputar dengan jari.

33. Boman

Boman adalah nama senapan dalam permainan anak yang terbuat dari batang keras tanaman dengan peluru berupa potongan kayu. Permainan ini pertama kali dimainkan di Kalimantan.

34. Kotak Pos

Kotak pos bisa dimainkan oleh 5 orang atau lebih. Para pemain berdiri membentuk lingkaran dan menyatukan tangan satu sama lain dengan posisi telapak tangan menghadap atas. Pemain kemudian saling menyentuh tangan sambil menyanyikan lagu kotak pos. 

Pemain yang terkena sentuhan terakhir setelah lagu selesai harus menyebutkan beberapa nama buah-buahan/sayuran. Sayangnya belum ada sumber yang menyebutkan darimana permainan ini berasal.

35. Balap Bakiak 

Balap bakiak adalah balapan cepat menggunakan bakiak yang berasal dari Sumatera Barat. Sandal bakiak dalam permainan ini memiliki ukuran yang lebih panjang untuk digunakan 2-3 orang atau lebih. Kesulitan dalam balapan bakiak adalah peserta kelompok harus berjalan dengan langkah yang kompak.

36. Tarik Tambang

permainan tarik tambang

Permainan populer ini merupakan kebudayaan kuno dari India, Cina, dan Mesir yang juga berkembang di seluruh wilayah Indonesia. Permainan kompetisi ini membutuhkan dua kelompok yang minimal terdiri dari tiga orang dan maksimum tidak terbatas asalkan tali cukup. Pemenang ditentukan oleh kelompok terkuat dan berhasil mengalahkan kelompok lawan dalam satu tarikan.

37. Sepak Tekong

Permainan tua ini berasal dari Sumatera Barat. Alat permainan berupa kaleng bekas yang diisi batu-batu kecil. Prinsip mainnya sama dengan petak umpet, satu orang berjaga dan lainnya bersembunyi. Bedanya, jika orang yang ditemukan berhasil menendang kaleng, maka ia diberi kesempatan untuk bersembunyi lagi.

38. Cendak Beralih

Jumlah pemain cendak beralih harus ganjil, minimal 3 orang dan maksimal tidak terbatas. Satu pemain menjadi penjaga dan sisanya membuat lingkaran di tanah. Setelah aba-aba, pemain harus masuk ke dalam lingkaran, jika tersentuh oleh penjaga maka ia harus gantian berjaga. Permainan ini berasal dari wilayah Sumatera Barat.

39. Benthik 

Permainan dari tanah Yogyakarta ini menggunakan media berupa stik bambu atau ranting kayu sebanyak dua buah yang selisih panjangnya sekitar 15 cm. Kayu pendek diletakkan di atas lubang tanah dan kayu panjang digunakan untuk memukul kayu pendek sampai terlempar jauh. 

40. Jemparingan

permainan tradisional indonesia Jemparingan

Populer di Surakarta dan Yogyakarta, jemparingan adalah tradisi memanah kuno dari kerajaan Mataram. Jemparingan dilakukan dalam posisi duduk bersila, tidak berdiri tegak seperti olahraga memanah pada umumnya. Panahan gaya Mataram ini tidak hanya olahraga tapi juga ritual spiritual.

Sejumlah permainan tradisional Indonesia ini paling banyak dimainkan oleh anak-anak di daerah pedesaan. Sebagian besar dari permainan ini diakui sebagai Warisan Indonesia dan keberadaannya harus dilestarikan.

Leave a Comment