Pasar Tenaga Kerja: Pengertian, Jenis, dan Klasifikasi

Rate this post

Pasar Tenaga Kerja – Dinamika dunia kerja membuat setiap tenaga kerja dan pelaku industri harus menyesuaikan diri. Kebutuhan akan pekerjaan kerap kali tidak sebanding dengan jumlah lowongan kerja.

Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman yang tepat mengenai pasar tenaga kerja. Ketika produsen dan tenaga kerja dapat seimbang, saat itulah kondisi optimal perekonomian perlahan terwujud.

Penyelenggaraan pasar tenaga kerja bertujuan untuk menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik antara para pencari kerja dengan lembaga yang membutuhkan tenaga kerja.

Pengertian Pasar Tenaga Kerja

Pasar tenaga kerja adalah sebuah titik temu antara permintaan dan penawaran tenaga kerja yang disediakan. Penjual tenaga kerja tersebut bisa berasal dari sektor pemerintahan maupun dari pihak swasta.

Permintaan tenaga kerja diartikan sebagai ‘pembeli’, yaitu orang atau lembaga yang membutuhkan tenaga kerja dalam proses bisnis yang dijalankan. Sedangkan penawaran tenaga kerja merupakan para pencari kerja. Pertemuan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja ini sangat berpengaruh terhadap jumlah upah kerja yang berlaku.

Pengertian Pasar Tenaga Kerja Menurut Para Ahli

Rachmawati, SE, MM

Pasar tenaga kerja pada dasarnya merupakan seluruh aktivitas yang mempertemukan pencari kerja dan lowongan pekerjaan. Proses ini memberikan kemudahan bagi pihak pengusaha atau produsen, pencari kerja, dan pihak ketiga jika ada. Siapakah perantara atau pihak ketiga ini? Yaitu meliputi institusi pemerintah, lembaga formal dan informal, badan swasta, dan konsultan pekerjaan.

Suroto

Pasar tenaga kerja merupakan pertemuan antara kebutuhan dan persediaan tenaga kerja. Proses ini memungkinkan masyarakat melakukan transaksi produktif, yaitu orang yang menjual tenaga kerjanya dengan pengusaha yang membutuhkan tenaga tersebut.

Payaman J. Simandjuntak

Pasar tenaga kerja merupakan proses terjalinya hubungan kerja melalui penyediaan dan penempatan tenaga kerja sesuai industri yang membutuhkan.

Baca Juga: Hak dan Kewajiban Tenaga Kerja Menurut UU Ketenagakerjaan

Jenis-Jenis Pasar Tenaga Kerja

Jenis Pasar Tenaga Kerja

Pasar Tenaga Kerja Berdasarkan Keahlian

Pasar Tenaga Kerja Terdidik

Sesuai dengan namanya, jenis tenaga kerja ini membutuhkan keahlian dan pengetahuan khusus di bidang tertentu. Keahlian yang didapat umumnya berasal dari pendidikan formal yang ditempuh dalam periode tertentu.

Contoh tenaga kerja terdidik dokter, guru, akuntan, notaris, pengacara dan lain-lain.

Pasar tenaga kerja terdidik akan mempertemukan penawaran dan permintaan terhadap tenaga kerja terdidik di bidang yang dibutuhkan.

Pasar Tenaga Kerja Terlatih

Tenaga kerja terlatih membutuhkan pengalaman dan latihan khusus di bidang yang digeluti. Misalnya sopir,koki, montir, dan lain-lain. Pasar tenaga kerja terlatih merupakan pasar yang menjadi titik temu antara permintaan dan penawaran tenaga kerja terlatih.

Pasar Tidak Terdidik dan Tidak Terlatih

Tenaga kerja ini merupakan kebalikan dari dua jenis tenaga kerja di atas. Sesuai dengan namanya, tenaga kerja ini tidak menempuh pendidikan formal dan tidak memiliki keahlian khusus di bidang tertentu.

Pasar tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih akan bertemu dengan penawaran kerja sesuai yang dibutuhkan. Artinya, permintaan tenaga kerja tidak membutuhkan kualifikasi khusus berupa riwayat pendidikan tinggi. Misalnya tukang batu, tukang angkut, kuli panggul, dan sejenisnya.

Pasar Tenaga Kerja Berdasarkan Tipe Perusahaan

Pasar Tenaga Kerja Primer (Primary Labour Market)

Permintaan dan penawaran tenaga kerja biasanya terjadi di perusahaan besar, bahkan multinasional. Tipe perusahaan ini biasanya memiliki budaya kedisiplinan yang tinggi. Selain itu, tingkat pendidikan dan keterampilan yang diminta harus mumpuni sesuai bidangnya.

Tenaga kerja akan diberi penghasilan yang relatif tinggi beserta jaminan sosial yang layak. Oleh karena itu, manajemen perusahaan ini biasanya sangat baik dan jumlah karyawan resign cenderung sedikit.

Pasar Tenaga Kerja Sekunder (Secondary Labour Market)

Pasar tenaga kerja ini merupakan kebalikan dari jenis primer. Artinya, lingkup perusahaan yang mencari tenaga kerja ini berskala kecil dan tidak memiliki manajemen yang baik.

Selain itu, karakteristik pegawai cenderung disiplin rendah dan tingkat pendidikan yang dibutuhkan pun rendah. Hal ini menyebabkan seringnya terjadi perpindahan pegawai karena upah rendah dan jaminan sosial yang kurang baik.

Baca Juga: Pengertian Angkatan Kerja

Pasar Tenaga Kerja Berdasarkan Ruang Lingkup

Pasar Tenaga Kerja Intern

Disebut intern karena pasar tenaga kerja ini berkaitan dengan pemberian promosi (naik jabatan). Dengan kata lain, posisi yang dibutuhkan diisi oleh pegawai yang sudah ada di perusahaan tersebut.

Pasar Tenaga Kerja Ekstern

Pasar tenaga kerja ini memberikan kesempatan bagi setiap calon pegawai dari luar untuk mengisi jabatan yang dibutuhkan. Setiap pelamar pada dasarnya memiliki kesempatan yang sama untuk dapat mendapatkan pekerjaan sesuai posisi yang dibutuhkan perusahaan.

Pasar Tenaga Kerja Berdasarkan Tempat

Pasar Tenaga Kerja Dalam Negeri

Proses pertemuan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja terjadi di dalam negeri. Pasar tenaga kerja dalam negeri umumnya menyediakan jumlah tenaga kerja untuk produk domestik. Namun, di negara berkembang umumnya tidak bisa mengandalkan pasar ini saja. Mengingat lowongan kerja yang dibutuhkan jumlahnya seringkali tidak sebanding dengan calon tenaga kerja.

Pasar Tenaga Kerja Luar Negeri

Pasar tenaga kerja ini terjadi di luar negeri dengan bidang industri dan jasa yang beragam. Sebagai salah satu negara dengan penduduk yang besar (260 juta jiwa lebih), pengangguran masih banyak ditemui di Indonesia. Terlebih adanya krisis ekonomi berkepanjangan yang menyebabkan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) di mana-mana.

Kondisi ini membuat tenaga kerja dalam negeri membutuhkan jasa pasar tenaga kerja luar negeri. Dengan demikian, jumlah pengangguran bisa diminimalisir sekaligus menambah devisa negara.

Pasar Tenaga Kerja Berdasarkan Kepentingan

Pasar Tenaga Kerja Persaingan Sempurna

Di pasar tenaga kerja ini ditemukan banyak perusahaan yang bergerak di berbagai industri. Para pencari kerja dapat menawarkan tenaga atau jasanya ke perusahaan yang diminati. Setiap tenaga kerja memiliki tanggung jawab dan kepentingan masing-masing terhadap pekerjaannya. Artinya, mereka tidak mendirikan suatu organisasi atau perserikatan kerja yang mewakili kepentingan bersama.

Pasar Tenaga Kerja Monopoli

Kebalikan dari pasar tenaga kerja persaingan sempurna, di pasar tenaga kerja monopoli ini para pekerja bersatu membuat perserikatan. Mereka menyatukan kekuatan dengan bergabung demi mewujudkan kepentingan bersama.

Nantinya, serikat pekerja tersebut akan mewakili pekerja untuk menuntut beberapa hal terkait upah dan fasilitas perusahaan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan setiap pekerja. Dengan adanya kekuatan gabungan ini, para tenaga kerja memiliki hak monopoli di dalamnya. Artinya, mereka bisa menjual atau menawarkan tenaga dan jasanya.

Baca juga:

Pasar Tenaga Kerja Monopsoni

Suatu pasar tenaga kerja disebut monopsoni ketika hanya ada satu perusahaan yang meminta jasa pekerja. Sementara itu, para pekerja juga tidak bergabung dengan serikat pekerja manapun. Artinya, kekuatan perusahaan yang menyediakan pekerjaan posisinya lebih besar dibandingkan tenaga kerja. Hal inilah yang menyebabkan gaji atau upah yang diberikan di bawah standar.

Pasar Tenaga Kerja Monopoli Bilateral

Pasar tenaga kerja disebut monopoli bilateral apabila terdapat dua kekuatan yang saling bertentangan satu sama lain. Kekuatan pertama berasal dari para tenaga kerja yang bergabung dalam suatu organisasi pekerja (serikat kerja). Sedangkan kekuatan kedua berasal dari suatu perusahaan yang hanya satu-satunya menyediakan lapangan kerja saat itu.

Posisi serikat kerja yang menawarkan tenaga kerja posisinya relatif sama kuat dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Hal inilah yang akhirnya memunculkan keadaan saling memonopoli sehingga disebut pasar tenaga kerja monopoli bilateral.

Memahami pasar tenaga kerja dan jenis-jenisnya pada dasarnya dapat membuat berbagai pihak lebih mudah memenuhi kebutuhannya terhadap pekerjaan. Baik bagi tenaga kerja, lembaga pencari kerja, dan pemerintah ketika menghadapi masalah ketenagakerjaan.