Pantun : Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis dan Contohnya

Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis Pantun Beserta Contohnya – Bagi masyarakat Indonesia pantun tentu bukanlah hal yang asing. Tidak hanya dalam pelajaran Bahasa Indonesia saja, pantun juga sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari seperti dalam program acara di televisi hingga acara adat yang diadakan di masyarakat.

Pengertian Pantun

Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang biasanya bersajak a-b-a-b dan dalam setiap kuplet (bait) terdiri atas empat baris terdiri atas sampiran di baris pertama dan kedua serta isi di baris ketiga dan keempat. 

Ada juga yang mendefinisikan pantun sebagai puisi lama yang sudah sangat terkenal di masyarakat. Dalam budaya Jawa pantun dikenal dengan parikan, sedangkan dalam bahasa Batak disebut dengan umpasa dan di Sunda dikenal dengan Paparikan. Definisi tersebut diungkapkan oleh Edi Warsidi dan Farika.

Definisi pantun menurut Sutan Takdir Alisyahbana, beliau mendefinisikan pantun dengan puisi lama yang telah berkembang di masyarakat sejak dulu. Menurut beliau, dalam setiap baitnya (4 larik) terdiri atas sampiran dan isi. Dimana dalam setiap larik terdiri atas 4 sampai 6 kata atau 8-12 suku kata.

Masyarakat Jawa yang terkenal dengan filosofis juga mengartikan pantun sebagai sesuatu hal yang mengatur atau mengajak setiap pembacanya untuk senantiasa memahami dan menjalankan nasihat yang terdapat di dalam pantun tersebut. Menurut mereka pantun adalah tuntun yang artinya mengatur atau mengajak.

Di Betawi, mungkin Anda akan sering menjumpai masyarakat yang masih menggunakan pantun untuk berinteraksi dengan orang lain. Dalam upacara pernikahan adat Betawi pasti akan dijumpai pantun, khususnya adat palang pintu. Dimana keluarga mempelai pria dan wanita akan melakukan semacam obrolan berbalas pantun dan terdapat adegan pencak silat pula.

Karena pantun berasal dari Melayu, di daerah Sumatera dan Kalimantan pasti juga akan dijumpai masyarakat yang pandai berpantun. Meskipun begitu, seluruh masyarakat Indonesia pasti akan mempelajari budaya Melayu ini. Karena pantun masuk ke dalam materi pelajaran Bahasa Indonesia, yang pasti akan dipelajari di sekolah.

Contoh Pantun

Contoh Pantun cinta

Berikut contoh-contoh pantun dari berbagai jenis pantun :

1. Contoh pantun agama:

Jalan jalan ke Kota Semarang

Jangan lupa beli lumpia

Janganlah lupa kau bersembahyang

Karna sembahyang tiang agama

contoh pantun agama

2. Contoh pantun nasihat

Timun muda rasanya pahit

Timun muda banyak getahnya

Anak muda berbudi pekerti

Tentulah menghormati orang tuanya

contoh pantun nasihat

Kelapa muda dibelah dua

Ambil isi dan airnya

Dari muda hingga tua

Ajaran baik jangan dilupa

contoh pantun nasihat tentang akhlak

3. Contoh pantun jenaka

Ada kancil mencuri timun

Sayang sekali tertangkap pak tani

Hati siapa yang tak galau

Melihat gajah terpeleset jerami

contoh pantun lucu atau jenaka

4. Contoh pantun teka teki

Hidup aman dalam kota

Dipimpin ratu bukan raja

Rajin bekerja sepanjang masa

Serangga apakah dia?

(Jawab: semut)

contoh pantun tebak-tebakan / teka-teki

Berlayar kapal dari Berandan

Ada sengat di ekornya itu

Lebar kepala daripada badan

Coba tebak binatang apa itu

(Jawab: ikan pari)

contoh pantun tebak-tebakan / teka-teki

Jenis Pantun

jenis jenis pantun

Pantun dapat dibedakan menjadi beberapa jenis menurut tema isinya, berikut penjelasannya.

1. Pantun jenaka

Jenaka artinya lucu, begitu juga dengan pantun jenaka yang akan menghibur pembaca atau pendengarnya. Bukan hanya untuk menghibur saja, pantun ini kadang juga digunakan sebagai sindiran yang ringan dan jenaka.

2. Pantun nasihat

Sesuai dengan namanya, jenis pantun ini berisi nasihat bagi pembaca atau pendengarnya. Isi pantun nasihat bisa berupa anjuran, imbauan, perintah dan sebagainya. Tema yang digunakan juga berkaitan dengan moral, pendidikan, perilaku dan budi pekerti.

3. Pantun agama

Ada juga pantun yang didalamnya membahas tentang ketaqwaan terhadap Sang Pencipta. Pantun ini mengajarkan moral dan pendidikan agama, hampir sama seperti pantun nasihat.

4. Pantun teka-teki

Pantun teka-teki tentu saja berisi teka-teki atau pertanyaan. Yang tujuannya untuk menghibur dan menambah keakraban bagi para pemberi teka-teki dan penebak teka-teki. 

5. Pantun berkasih-kasihan

Pantun ini berisikan pesan kasih sayang. Pantun ini sangat tenar untuk kalangan muda-mudi yang sedang jatuh cinta, dan menyatakan perasaannya dengan berpantun.

Masih ada lagi jenis pantun lain, melihat tentang apa isi dari pantun tersebut. Misalnya pantun kepahlawanan yang isinya mengenang jasa pahlawan atau berterima kasih atas jasa-jasanya. 

Ciri-Ciri Pantun

Sama seperti karya sastra yang lain, pantun juga memiliki ciri khas tersendiri, yaitu:

1. Terdiri atas bait

Lain halnya dengan paragraf yang sering digunakan untuk menyebut rangkaian kalimat dalam prosa, bait lebih sering digunakan dalam pantun. Dalam setiap bait pantun, umumnya terdiri atas empat larik atau baris. Larik tersebur berupa gabungan kata-kata yang memiliki satu gagasan. 

2. Memiliki 8-12 suku kata dalam setiap lariknya

Mengapa pantun hanya terdiri atas 8-12 suku kata tiap lariknya? Sebab awalnya pantun hanya disampaikan secara lisan bukan dengan tulisan. Sehingga dibuat dengan sesingkat mungkin tetapi isi pantun tetap tersampaikan.

3. Terdiri atas sampiran dan isi

Sampiran merupakan pengantar pantun yang penempatannya selalu berada di larik pertama dan kedua. Sampiran biasanya berupa jabaran tentang kehidupan sehari-hari masyarakat dan tidak berkaitan dengan isi pantun. Untuk isi dari pantun, terdapat di larik ketiga dan keempat. Isi dari pantun bisa beraneka ragam disesuaikan dengan keperluan pantun tersebut.

4. Rima 

Rima merupakan kesamaan bunyi di akhir larik sajak. Hampir seluruh jenis puisi lama pasti terdapat rima. Untuk pantun sendiri, rima yang menjadi ciri khas adalah a-b-a-b. Maksud rima a-b-a-b tersebut adalah bunyi yang sama di akhir larik pertama dan ketiga, juga akhir dari larik kedua dan keempat.

Banyak manfaat yang didapat jika Anda mempelajari pantun. Yang pertama adalah menambah dan meningkatkan kemampuan bahasa Anda. Selain itu juga bisa mengasah kreativitas Anda dalam berinteraksi dan berkomunikasi terhadap orang lain.

Leave a Comment