Faktur : Pengertian, Contoh, Fungsinya

Pengertian faktur – Bagi sebagian orang pasti sudah tidak asing lagi dengan nota. Namun apakah Anda tahu apa itu faktur? Ya nama tersebut mungkin terdengar asing untuk sebagian orang, karena sesungguhnya nama tersebut jarang disebutkan. Khusus dalam artikel ini akan kita bahas secara lengkap mengenai faktur, mulai dari pengertian, contoh, dan fungsinya. Langsung saja baca penjelasan di bawah ini.

Pengertian Faktur

Faktur atau dalam Bahasa Inggris disebut dengan “ Invoice” merupakan salah satu bukti transaksi yang diberikan penjual kepada pembeli.

Bukti yang dimaksudkan merupakan surat resmi yang menyatakan bahwa barang atau jasa didalamnya akan  diperjual belikan. Saat menerima surat bukti ini pembeli berhak mengecek apakah barang yang dimaksudkan sudah sesuai dengan kesepakatan awal.

Pengertian faktur

Faktur biasanya dibuat menjadi tiga rangkap. Satu rangkap diberikan kepada pembeli, satu rangkap disimpan sang penjual, dan yang terakhir digunakan untuk arsip penjualan (laporan) bagian keuangan.

Bukti ini biasanya diberikan bila sang pembeli telah membayar secara lunas. Bila kredit atau pembayaran bertahap maka akan diberikan salinan faktur (faktur asli tetap diberikan ketika barang sudah lunas terbayar).

Andrian Sutedi yang merupakan seorang ahli hukum senior mengatakan bahwa, faktur ialah dokumen yang paling penting dalam perdagangan. Dokumen tersebut merupakan bukti transaksi tertulis tentang informasi yang berisi data-data penting. Data-data yang dimaksudkan yaitu jumlah penutupan asuransi, jumlah wasel yang akan ditarik, dan penyelesaian segala macam bea masuk.

Sedangkan invoice atau faktur, menurut Sugeng Hariyanto adalah sebuah catatan yang dibuat oleh penjual. Catatan tersebut berisikan deskripsi lengkap dan terperinci tentang barang-barang yang dikirim kepada konsumen (pembeli). Pembeli kemudian harus membayarkan sejumlah nominal uang tertentu sesuai yang telah tercantum dalam catatan tersebut.

Contoh Faktur

Tidak ada ketentuan khusus dalam membuat faktur. Hanya dalam pembuatan faktur harus ada komponen-komponen informasi wajib yang harus tertulis didalamnya.

Informasi tersebut adalah :

  1. data toko,
  2. data pemesan atau pembeli, dan yang paling penting adalah
  3. data barang yang diperjual-belikan.
  4. Semua data-data tersebut dituliskan secara lengkap dan terperinci. 

Informasi-informasi tersebut sebaiknya ditulis secara rinci dan lengkap. Tujuannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari yang merugikan salah satu pihak.

Baik itu sang penjual atau sang pembeli. Untuk lebih jelasnya mengenai informasi-informasi tersebut, Anda dapat melihat contoh faktur kosong dan faktur yang telah diisi di bawah ini.

1. Contoh Faktur Kosong

contoh bukti faktur kosong

Faktur kosong di atas merupakan faktur yang belum diisi. Biasanya faktur dibuat dalam komputer secara langsung. Sehingga ketika faktur dicetak maka tulisan yang harus diisi memang merupakan hasil tulisan cetak komputer. Berbeda dengan nota yang bisa ditulis tangan secara langsung, faktur biasanya tidak demikian.

2. Contoh Faktur yang Telah Diisi

contoh bukti faktur yang sudah diisi

Pada contoh faktur yang telah diisi di atas terlihat jelas bahwa data konsumen atau pembeli ditulis secara lengkap dan rinci. Begitupun dengan data barang yang dibeli. Informasi tersebut ditulis secara lengkap dan terperinci. Mulai dari kode barang, nama barang atau deskripsi barang, jumlah atau unit, harga satuan, jumlah harga, hingga harga keseluruhan. Sehingga pembeli dapat mencocokkan satu persatu tanpa kebingungan.

Fungsi Faktur

Setelah mengetahui tentang pengertian dan contoh faktur, alangkah baiknya Anda mengetahu tentang fungsi faktur. Hal ini dapat menambah pemahaman Anda tentang faktur sehingga Anda dapat menyimpulkan apakah bukti surat transaksi faktur merupakan hal yang penting atau tidak. Berikut penjelasannya.

  1. Sebagai bukti transaksi barang atau jasa yang sah secara hukum.
  2. Bukti transaksi yang lebih baik dibandingkan dengan nota tulis tangan biasa.
  3. Sebagai dasar dari surat yang berisi informasi termin pembayaran yang harus dibayarkan oleh pembeli.
  4. Sebagai surat atau dokumen yang berisi informasi lengkap dan terperinci tentang barang atau jasa yang dibeli oleh konsumen.
  5. Dasar bukti untuk mengoreksi atau mencocokan barang atau jasa yang dikirimkan oleh penjual sudah sesuai dengan apa yang tertulis. Ketika ada ketidakcocokan antara faktur dan barang yang diterima maka pembeli memiliki hak untuk protes atau mengajukan banding kepada penjual.
  6. Sebagai bukti rujukan yang sah bila barang tersebut akan dijual lagi kepada pihak lain oleh pembeli. Dapat dikatakan sebagai reseller atau pembeli yang menjual ulang barang atau jasa yang dia beli dari orang lain.
  7. Sebagai bukti yang sah dalam laporan pembukuan keuangan perusahaan atau instansi tertentu.
  8. Dalam kasus-kasus tertentu dapat menjadi rujukan bagi faktur lainnya.

Beberapa hal di atas adalah hal utama yang wajib anda ketahui tentang faktur. Semoga dapat menambah pengetahuan anda tentang faktur khususnya tentang pengertian, contoh, dan fungsinya.

Bagi anda yang ingin membeli atau menjual barang alangkah baiknya memakai faktur sebagai salah satu bukti transaksi yang sah. Karena informasi pada surat bukti ini dicetak dengan mesin sehingga memiliki kualitas yang lebih baik dan lebih sulit untuk dipalsukan dibanding dengan memakai nota tulis tangan biasa.

Leave a Comment