Faktor Produksi Adalah

Rate this post

Faktor produksi adalah perpaduan antara bahan baku, tenaga kerja, modal dan kewirausahaan dalam kegiatan produksi untuk menghasilkan sebuah produk dan jasa.

Faktor produksi terdiri dari faktor produksi asli dan faktor produksi turunan. Faktor produksi asli meliputi bahan baku dan tenaga kerja. Sedangkan faktor produksi turunan adalah modal dan kewirausahaan.

Berikut materi yang dijabarkan oleh pixelproposal tentang faktor-faktor produksi:

Apa Itu Produksi?

Produksi adalah proses merubah bahan mentah sehingga menjadi sebuah produk jadi, baik produk bentuk barang maupun jasa. Produksi merupakan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tak terbatas.

Di dalam produksi, ada yang dinamakan kegiatan produksi. Kegiatan produksi adalah kegiatan ekonomi yang menggabungkan beberapa sumber daya berupa sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya modal secara terus menerus selama proses produksi.

Contoh kegiatan produksi adalah:

  • ibu memasak beras dan sayur untuk membuat makanan bagi keluarganya,
  • pabrik memproduksi tas dan sepatu dari bahan kulit,
  • petani menanam padi di sawah,
  • nelayan menjaring ikan di laut,
  • petambak memanen ikan nila dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Sistem Produksi

Pengertian Faktor Produksi

Faktor produksi adalah semua hal yang dibutuhkan guna menghasilkan barang atau jasa. Kulit untuk bahan baku membuat tas, serbuk kayu sebagai bahan baku pembuatan kertas, manusia untuk menjalankan mesin, uang untuk membeli bahan baku dan lain-lain.

Macam-Macam Faktor Produksi

Jenis-Jenis Faktor Produksi

Bahan Baku

Bahan baku adalah faktor produksi yang paling utama. Bahan baku adalah bahan yang membentuk bagian menyeluruh (Mulyadi, 2005). Bahan baku utama berasal dari sumber daya alam.

Sumber daya alam berupa tanah, air, iklim, batu bara, besi, baja, minyak bumi, dan lain-lain. Semua bahan besi untuk mesin produksi, bahan baku produk makanan, penyedia bahan makanan bagi manusia semua berasal dari alam.

Fungsi tanah sebagai faktor produksi adalah sebagai tempat pembuatan produk, gedung kantor, bangunan pabrik, jalan. Tanah juga dibutuhkan untuk menanam bahan makanan pokok dan bahan baku pembuatan produk.

Sumber daya alam sangat melimpah, namun ada beberapa sumber daya alam yang bisa habis jika terus digunakan.

Inilah pentingnya merawat alam, supaya faktor produksi bisa terus ada untuk memenuhi kebutuhan manusia sehari-hari.

Jenis-jenis bahan baku adalah:

  1. Bahan baku langsung (direct material)

Bahan baku langsung adalah bahan pokok yang berkaitan langsung dengan hasil produk. Bahan baku merupakan bahan utama dalam pembuatan produk. Bahan baku langsung biasanya berupa bahan mentah yang langsung berasal dari alam.

Contoh bahan baku kayu pada pembuatan meja dan kursi, bahan baku besi pada pembuatan pagar tralis,

  1. Bahan baku tidak langsung (indirect material)

Bahan baku tidak langsung adalah bahan baku penunjang dalam pembuatan suatu barang. Contohnya adalah paku, lem kayu, dan cat pada pembuatan furnitur meja dan kursi.

Sumber Daya Manusia

Tenaga kerja merupakan syarat mutlak pada kegiatan produksi. Fungsi tenaga kerja dalam proses produksi adalah membuat dan menjalankan alat dan mesin produksi, melakukan kegiatan pemasaran, mengatur pengolahan bahan baku, menyalurkan produk dari produsen ke konsumen dan lain-lain.

Faktor produksi tenaga kerja adalah:

  1. Tenaga kerja jasmani, adalah tenaga kerja yang menggunakan tenaga atau kekuatan fisik dalam kegiatan produksi. Contohnya, buruh angkut, supir pengantar barang, pemotong kayu, tukang bangunan, kurir, penjahit dan lain-lain.
  2. Tenaga kerja rohani, adalah tenaga kerja yang menggunakan akalnya dalam kegiatan produksi. Contohnya direktur, manajer, kepala gudang, guru, konsultan bisnis, konsultan pertanian, konsultan keamanan dan konsultan teknologi.
  3. Tenaga kerja terdidik, adalah tenaga kerja yang mempunyai keahlian dari pendidikan khusus. Contohnya, guru, akuntan, programmer, dokter.
  4. Tenaga kerja terlatih, adalah tenaga kerja yang membutuhkan latihan-latihan. Contohnya koki, mekanik, peternak, petani, petambak.
  5. Tenaga kerja tidak terdidik dan tak terlatih. Contohnya, kuli panggul, tukang bangunan, pemulung, nelayan, tukang potong rumput, tukang gali sumur, tukang pasang baja ringan, tukang besi dan lain-lain.

Faktor Modal

Fungsi faktor produksi modal adalah untuk membiayai semua biaya operasional pada proses produksi.

Biaya operasional timbul dari aktifitas seperti membeli bahan baku pembuatan produk, membeli mesin pengolahan, menjalankan promosi produk, membangun pabrik dan gudang dan masih banyak lagi.

Modal yang dikeluarkan diharapkan bisa kembali lagi akibat keuntungan dari penjualan hasil produksi. Keuntungan penjualan tersebut bisa digunakan untuk menambah faktor produksi lagi, supaya semakin banyak barang yang bisa dihasilkan.

Faktor produksi modal dibedakan menjadi modal tetap dan modal lancar yaitu:

  1. Modal tetap adalah modal yang digunakan untuk berkali-kali digunakan pada proses produksi. Contoh modal tetap adalah mesin, bangunan pabrik, kendaraan.
  2. Modal lancar adalah modal yang akan habis dalam sekali proses produksi. Contoh modal lancar adalah bahan bakar mesin, bahan bakar kendaraan, bahan baku produk, bahan pendukung seperti cat dan paku dalam pembuatan meja kursi.

Pengusaha/Kewirausahaan

Pengusaha adalah orang yang mampu melihat peluang bisnis dan menciptakan bisnisnya sendiri. Peluang tersebut dilihat dari masalah kebutuhan yang dihadapi masyarakat.

Pengusaha yang membangun bisnis dan perusahaan, menimbulkan kegiatan produksi, sehingga pengusaha adalah salah satu faktor produksi.

Keahlian pengusaha adalah mampu memadukan berbagai faktor produksi lain (bahan baku modal dan tenaga kerja) untuk menjalankan kegiatan produksi.

Berikut contoh keahlian yang dimiliki oleh pengusaha:

  1. Keahlian manajerial (manajerial skill), adalah kemampuan dalam memadukan berbagai faktor produksi untuk menghasilkan produk yang maksimal.
  2. Keahlian teknologi (technological skill) adalah kemampuan dalam menjalankan teknologi atau bidang teknik lain untuk kesuksesan produksi.
  3. Keahlian organisasi (organizationl skill) adalah kemampuan menjalankan perusahaan dan kegiatan produksi lain yang bersifat internal dan eksternal.

Baca Juga: Produksi Terus Menerus

Manfaat Faktor Produksi

1. Memenuhi kebutuhan manusia

Kebutuhan manusia terus bertambah seringin perkembangan zaman. Dulu, sebelum kendaraan masih langka, manusia biasa bepergian dengan jalan kaki. Namun sekarang orang-orang beralih dengan memiliki kendaraan sendiri.

Kebutuhan produksi kendaraan semakin meningkat, berpengaruh terhadap tingginya permintaan faktor produksi kendaraan seperti baja, besi, bahan bakar dan lainnya.

2. Mencari keuntungan

Memproduksi suatu barang, selain untuk memenuhi kebutuhan adalah untuk mendapatkan keuntungan. Semakin banyak barang yang dijual, maka keuntungan bagi produsen semakin besar.

3. Mempertahankan usaha

Supaya perusahaan tetap memproduksi produk, maka faktor produksi harus tetap ada.

Kelangkaan faktor produksi membuat kegiatan produksi akan terhambat. Jika dibiarkan secara terus menerus, perusahaan tidak bisa menjual barang atau jasa. Sehingga membuat pendapatan perusahaan menurun dan berpotensi bangkrut.

4. Peningkatan mutu produk

Produk yang baik dihasilkan dari faktor produksi yang baik pula. Kualitas bahan baku, didukung tenaga kerja profesional dan ketersediaan modal, akan menghasilkan produk yang bermutu.

Jika salah satu faktor produksi tidak maksimal, maka mutu produk yang dihasilkan juga menjadi buruk.

Mutu produk yang baik membuat konsumen puas menggunakannya. Kepuasan konsumen akan berpengaruh pada pembelian produk lanjutan. Konsumen yang merasa puas biasanya akan memberikan testimoni dan rekomendasi produk kepada rekan-rekannya.

Dengan begitu pembelian produk akan meningkat.

Peran Pasar Terhadap Faktor Produksi

Pasar adalah tempat yang menyediakan berbagai kebutuhan manusia. Pasar merupakan tempat terjadinya transaksi jual beli barang maupun jasa.

Pasar adalah tempat terjadinya proses permintaan dan penawaran barang atau jasa sehingga membentuk harga keseimbangan pasar dan jumlah yang diperjualbelikan.

Sehingga pasar merupakan tempat untuk membeli bahan baku untuk kegiatan produksi.

Pasar saat ini sangatlah beragam jenisnya, berikut jenis-jenis pasar yang harus kamu ketahui:

Pasar Persaingan Sempurna

Adalah pasar yang menjual berbagai jenis produk yang sama. Contohnya adalah pasar tradisional. Pasar tradisional merupakan kumpulan pedagang yang menjual produk yang beragam dengan jenis-jenis yang mirip.

Umumnya pada pedagang satu dengan lainnya menjual roduknya dengan harga yang mirip.Hal ini bertujuan untuk menentukan harga keseimbangan pasar. Tujuannya untuk menetapkan harga produk yang stabil dan mencegah ketimpangan atau kecemburuan antara masing-masing pedagang.

Anda bisa mencari berbagai bahan baku untuk produksi disini dengan mudah.

Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar yang didominasi oleh beberapa penjual saja. Dalam hal ini, penjual bisa menentukan harga barang sesuai kehendaknya, karena sudah menguasai pasar.

Ciri ciri pasar persaingan tidak sempurna adalah jumlah penjual yang terbatas namun banyak pembeli, sulit untuk disaingi, produk yang dijual bersifat tidak ada produk pengganti, pihak penjual berkuasa untuk menentukan harga, minim iklan atau bahkan tidak ada promosi sama sekali, akibat sudah menguasai pasar.

Pasar Monopolistik

Pasar monopolistik adalah pasar yang dihuni oleh produsen yang menjual produk sejenis dengan kemasan yang bervariasi.

Contoh nya produsen penjual makanan ringan (snack) dan alat tulis.

Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli adalah pasar yang hanya ada sedikit penjual. Pasar oligopoli merupakan tempat produsen atau perusahaan besar, sehingga menguasai pasar.

Contoh produk pasar oligopoli adalah produsen otomotif (motor dan mobil), produsen rokok, produsen air mineral kemasan, produsen semen.

Tempat Mendapatkan Faktor Produksi

Tempat Mendapatkan Faktor Produksi

Tempat mendapatkan faktor produksi bahan baku

Bahan baku produk bisa diperoleh dari perorangan, kelompok, perusahaan atau pemerintah. Contohnya untuk bahan baku kayu, kita bisa mendapatkannya dari perorangan yang mempunyai tanaman pohon jati, pohon mahoni dan pohon lainnya.

Untuk bahan baku batu bara, batu split, dan semen kita bisa mendapatkannya dari perusahaan yang mengelola bahan-bahan mentah tersebut.

Untuk mendapatkan bahan baku berupa gas, bahan bakar minyak, kita bisa membelinya dari perusahaan pemerintah seperti SPBU.

Tempat mendapatkan tenaga kerja

Tenaga kerja tidak terdidik bisa didapatkan dari penduduk desa yang membutuhkan pekerjaan tambahan, atau penyedia jasa kontraktor.

Tenaga kerja terdidik bisa didapatkan dari lembaga-lembaga pelatihan, atau melalui situs website pencari kerja.

Cara mendapatkan modal produksi

Modal bisa didapatkan melalui patungan usaha, atau lembaga keuangan seperti bank, pegadaian, perusahaan penyalur kredit dan investor.

Lembaga keuangan Bank memberikan bantuan modal berupa pinjaman kepada pemilik usaha yang membutuhkan modal. Anda tinggal datang ke Bank dan melengkapi persyaratannya untuk mendapatkan pinjaman.