15 Contoh Tenaga Kerja Terdidik dan Pengertiannya

Tenaga kerja terdidik merupakan tenaga kerja yang memerlukan riwayat pendidikan tinggi sebelum terjun ke dunia kerja. Dengan kata lain, tenaga kerja ini perlu menempuh pendidikan formal dengan jangka waktu tertentu.

Sehingga perlu diketahui contoh tenaga kerja terdidik yang banyak ditemui di kehidupan masyarakat.

Jenjang pendidikan yang mumpuni ini bisa menjadi salah satu gerbang awal mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Meski bukan satu-satunya faktor penting dalam rekrutmen, pendidikan tinggi masih menjadi syarat utama di banyak perusahaan. Lantas, apa saja contoh-contoh tersebut?

Daftar Contoh Tenaga Kerja Terdidik di Lingkungan Masyarakat

1. Guru

Seorang guru perlu mengenyam pendidikan tinggi sebelum mengajar para siswanya. Baik di tingkat sekolah dasar maupun menengah, riwayat pendidikan yang harus ditempuh minimal sarjana.

Waktu pendidikan tersebut berlangsung selama empat tahun. Meski demikian, setelah kelulusan memang tidak menjamin bisa langsung mendapat profesi guru.

Baca juga: Hak dan Kewajiban Tenaga Kerja

2. Dokter

Profesi ini menjadi salah satu yang banyak dipilih anak-anak di berbagai rentang usia. Seorang dokter memiliki tugas mulia dan merupakan pekerjaan prestisius.

Selain biaya pendidikan kedokteran yang tidak sedikit, waktu tempuh perkuliahan pun lebih lama. Hal ini menjadi salah satu alasan pendidikan kedokteran tidak terlalu banyak dilakoni.

Meski demikian, bagi mereka yang memiliki biaya yang cukup, cita-cita sebagai dokter tetap menjadi incaran. Profesi ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri dan dikenal memiliki bayaran yang tinggi.

3. Bidan

Contoh tenaga kerja terdidik dari bidang medis lainnya adalah bidan. Seorang bidan mengambil jurusan kebidanan dengan waktu pendidikan kurang lebih 3 tahun untuk D3.

Untuk mendapatkan gelar ini, tentunya Anda perlu menginvestasikan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Jenis profesi ini menjadi salah satu yang banyak digandrungi masyarakat.

Oleh karena itu, memilih sekolah kebidanan yang tepat sangat diperlukan. Hal ini untuk menghindari praktek sekolah kebidanan ilegal yang sempat menjamur.

Sekolah kebidanan abal-abal tentunya banyak merugikan bagi dunia kesehatan dan keselamatan pasien nantinya. Jika Anda ingin menempuh pendidikan kebidanan, pastika memilih institusi yang memiliki kredibilitas.

4. Akuntan

Seorang akuntan di perusahaan memiliki peran yang cukup krusial. Mengingat pekerjaan ini memang termasuk jabatan yang cukup menggiurkan dengan gaji relatif menjanjikan.

Untuk mendapatkan profesi ini, calon tenaga kerja perlu menempuh pendidikan Strata 1 jurusan Akuntansi. Meski harus mengenyam pendidikan terlebih dulu selama empat tahun, profesi ini menjadi salah satu yang paling diminati.

Seperti yang telah diketahui, posisi akuntan banyak dicari perusahaan, baik di skala besar maupun sedang. Oleh karena itu, peluang mendapat pekerjaan ini masih tergolong tinggi.

Baca juga: Angkatan Kerja

5. Administratur

Sesuai dengan namanya, profesi di bidang ini akan berhubungan dengan bidang administrasi. Untuk mendapatkan pekerjaan ini, Anda perlu menempuh pendidikan dasar jurusan administrasi.

Tidak perlu khawatir mengenai permintaan tenaga kerja terdidik di bidang ini. Pada dasarnya, setiap perusahaan kecil maupun besar, pastinya membutuhkan jasa administrasi.

6. Psikiater

Masyarakat awam mungkin banyak yang menilai bahwa psikiater sama dengan psikolog. Pada dasarnya, kedua profesi ini sama-sama menangani masalah kejiwaan pasien.

Namun, seorang psikiater mengambil spesialisasi ilmu kejiwaan yang harus ditempuh sebelum terjun ke lapangan. Biaya pendidikan jurusan ini tergolong cukup mahal dengan waktu yang tidak sebentar.

Tak heran jika biaya konsultasi ke seorang psikiater cukup mahal. Hal ini karena biaya pendidikan yang harus dikeluarkan pun tidak sedikit.

7. Konsultan

Konsultan merupakan tenaga kerja terdidik yang menyediakan layanan Consultancy Service atau nasehat. Profesi ini perlu mendapat pendidikan dasar terlebih dahulu di bidang hukum, pajak, akuntansi, bisnis, lingkungan, dan lain-lain.

Banyak orang yang mendatangi konsultan terlebih dahulu sebelum membuat keputusan bisnis.

Terutama bagi pelaku bisnis yang tidak memiliki pengetahuan dasar mengenai hal yang ingin dikonsultasikan. Oleh karena itu, seorang konsultan harus memiliki daya tangkap yang baik dan menempuh pendidikan tinggi terlebih dahulu.

8. Pilot

Tenaga kerja terdidik ini memang tidak bisa dipisahkan dari dunia penerbangan. Seorang pilot perlu mendapat pendidikan dasar di sekolah penerbangan dengan biaya yang tidak sedikit.

Hal ini menyebabkan tidak banyak orang yang mengambil pendidikan cukup prestisius ini. Namun, hal ini sebanding dengan penghasilan seorang pilot profesional yang terbilang tinggi.

9. Pengacara

Profesi satu ini erat kaitannya dengan hukum. Seorang pengacara akan memberikan jasa pendampingan hukum kepada klien. Oleh karena itu, profesi ini dituntut untuk mengenyam pendidikan tinggi yang tidak sebentar.

Hal ini agar pengacara dapat memberikan pelayanan terbaik di bidang hukum kepada orang yang menggunakan jasanya.

10. Jaksa

Masih berkaitan dengan bidang hukum, seorang jaksa memiliki peran penting dalam keputusan di suatu sidang. Jika ingin menjadi seorang jaksa, pastikan latar belakang pendidikan yang ditempuh adalah di bidang hukum.

Selain itu, syarat menjadi seorang jaksa salah satunya adalah seorang pegawai negeri sipil.

Dengan mengikuti pendidikan jaksa oleh instansi setempat, profesi di bidang hukum ini bisa didapatkan asalkan sesuai dengan kriteria.

11. Hakim

Dalam sebuah persidangan, peran hakim sangatlah krusial. Jabatan ini memegang pimpinan saat sidang berlangsung. Pekerjaan ini dihargai dengan penghasilan yang cukup tinggi.

Jika ingin berprofesi sebagai hakim, Anda harus menempuh pendidikan terlebih dahulu di bidang hukum. Mahkamah Agung juga berperan dalam penentuan kelulusan profesi hakim.

12. Notaris

Seorang notaris melakukan pekerjaannya setelah mendapat lisensi hukum yang sah dari pemerintah. Peran notaris sekilas memang sederhana, namun Ia berpengaruh terhadap keabsahan suatu dokumen.

Profesi notaris wajib memiliki latar belakang pendidikan di bidang hukum. Penghasilan profesi ini pun terbilang menjanjikan sehingga masih banyak dipilih.

13. IT

Pekerjaan di bidang IT sebenarnya cukup luas. IT (Informasi dan Teknologi) tentunya dibutuhkan di berbagai instansi, baik swasta maupun negeri. Cakupan ilmu IT cukup luas, yaitu meliputi teknik informatika, ilmu komunikasi, teknik komputer, teknik elektro, dan lain-lain.

Tak heran jika profesi IT menjadi yang paling banyak digandrungi dan bisa dibilang cukup bergengsi.

14. Arsitek

Jasa seorang arsitek sangat diperlukan dalam pembangunan rumah, gedung, maupun konstruksi lainnya. Hal ini agar bangunan yang dibuat sesuai standar dan tahan lama.

Oleh karena itu, menyerahkannya kepada ahlinya merupakan suatu keharusan. Seorang arsitek perlu memiliki latar belakang ilmu teknik bangunan dari sebuah perguruan tinggi.

Rancangan bangunan akan dibuat berupa gambar dengan detail khusus. Hasil gambar dari arsitek ini bisa dihargai cukup fantastis. Tak heran jika profesi ini menjadi salah satu yang banyak diminati generasi milenial.

15. Insinyur

Masih berhubungan dengan keteknikan, insinyur menjadi profesi yang banyak digandrungi dan menjanjikan. Dahulu, insinyur dikenal sebagai gelar akademik bagi seseorang yang selesai menempuh pendidikan teknik.

Seiring berkembangnya zaman, gelar ini setara dengan ST atau sarjana teknik dari suatu institusi.

Contoh-contoh tenaga kerja terdidik di atas memang umum ditemui di masyarakat. Selain itu, peranannya cukup penting demi keberlangsungan ekonomi dan kehidupan sosial. Oleh karena itu, pendidikan formal memang krusial bagi Anda yang ingin mendapatkan profesi seperti yang disebutkan di atas.

Leave a Comment