10 Contoh Komoditas Unggulan Ekspor Indonesia

Adanya komoditas unggulan ekspor di Indonesia tak bisa lepas dari tren pasar internasional. Mengingat Indonesia memiliki sumber daya alam yang begitu bervariasi sehingga bisa bersaing dengan negara-negara lain.

Komoditas andalan ini menjadi salah satu penggerak ekonomi dalam negeri agar semakin meningkat.

Kegiatan ekspor menjadi salah satu tolak ukur kemajuan ekonomi suatu negara. Maraknya pengiriman barang ke luar negeri ini dapat mendorong berkembangnya kegiatan industri. Berikut ulasan contoh komoditas ekspor yang diunggulkan di tanah air.

Daftar Komoditas Unggulan Ekspor di Indonesia

1. Tekstil

Industri tekstil dan produk yang dihasilkan di Indonesia memang memiliki prospek yang cerah. Tak heran jika pemerintah memprioritaskan sektor ini agar semakin berkembang di dalam negeri. Industri manufaktur ini memiliki peran yang krusial dalam memajukan perekonomian nasional.

Peran tersebut antara lain sebagai penghasil devisa negara, menyerap banyak tenaga kerja, dan sebagai industri yang memenuhi kebutuhan sandang masyarakat.

Meskipun komoditas tekstil menempati urutan ketiga dalam ekspor unggulan, namun keberadaannya cukup membantu 75% kebutuhan sandang di tanah air.

2. Produk Hasil Hutan

Produk hasil kehutanan memang banyak diminati di dunia internasional. Komoditi unggulan ini merupakan salah satu kontributor utama pendapatan pemerintah. Selain menghasilkan produk domestik bruto, hasil hutan ini juga menjadi perolehan devisa yang menjanjikan.

Kualitas kayu tanah air memang tidak perlu diragukan untuk aneka macam furniture dan kerajinan tangan. Selain itu, dalam segi desain pun terbilang unik dan berkualitas dengan sertifikasi environmental-friendly & trade sustainability.

Contoh sertifikat hasil hutan yang dimiliki eksportir kayu di tanah air adalah Sertifikat Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK).

Baca juga: 10 Contoh Komoditas Impor Indonesia 

3. Alas Kaki

Produk ini memang bukan merupakan dari sektor migas, namun nilai ekspornya menakjubkan. Indonesia tercatat sebagai lima besar eksportir alas kaki di dunia.

Maka tak heran apabila industri manufaktur ini merupakan aset penting. Selain menghasilkan devisa karena diekspor, komoditas ini juga cukup banyak menyerap tenaga kerja di tanah air.

Merk alas kaki terkenal seperti Nike dan beberapa perusahaan Asia memilih fasilitas produksi di Indonesia karena upah tenaga kerja yang lebih rendah. Namun, beberapa tahun belakangan, upah tenaga kerja di sektor ini memang mengalami kenaikan.

4. Sawit dan Produk Turunannya

Tanaman sawit di tanah air jumlahnya memang sangat melimpah. Hal ini dibuktikan dengan data dari produksi minyak sawit di Indonesia dan Malaysia yang mencakup 90% di seluruh dunia.

Saat ini, produksi sawit memang dikuasai Indonesia secara jangka panjang. Mengingat permintaan pasar internasional terhadap komoditas ini tergolong tinggi.

Pada dasarnya, industri sawit merupakan kunci utama perekonomian di tanah air. Sektor ini membuka lapangan kerja bagi jutaan orang Indonesia. Wilayah yang mendominasi perkebunan kelapa sawit adalah di pulau Kalimantan dan Sumatera.

5. Kopi

Salah satu kekayaan hayati Indonesia yang memberikan sumbangsih besar terhadap perekonomian adalah kopi. Kualitas kopi yang dihasilkan memang tidak perlu diragukan lagi, bahkan telah mendunia sejak zaman dahulu.

Varietas yang menjadi unggulan untuk diekspor adalah kopi robusta dan arabika. Baik dari yang berkualitas tinggi maupun rendah.

Selain itu, Indonesia juga dikenal sebagai penghasil kopi unik, yaitu kopi luwak yang dibanderol dengan harga termahal di dunia. Area perkebunan kopi di tanah air mencapai 1.4 juta hektar.

Varietas kopi robusta mendominasi area hingga 873 ribu hektar. Sedangkan selebihnya merupakan kopi arabika dan penangkaran luwak.

6. Kulit dan Produk Kulit

Sebuah negara pada dasarnya memang tidak bisa bergantung pada sektor perminyakan dan pertambangan saja. Diperlukan komoditas lain yang bisa menambah laju perekonomian suatu negara.

Kini, negara Kita banyak mengekspor aneka produk berbahan kulit dengan berbagai kualitas.

Hasil kerajinan dari kulit memang dapat memiliki nilai jual yang tinggi, misalnya tas selempang dan jaket kulit. Di pasar Eropa seperti Jerman, Italia, Swiss, dan Belanda, permintaan terhadap bahan baku kulit sangat tinggi. Begitu pula di Amerika Serikat dan Singapura.

Nilai transaksi dari ekspor kulit ke Amerika mencapai 25 juta dollar per tahun, jumlah yang fantastis bukan?

7. Ikan dan Produk Perikanan

Selain dikenal sebagai negeri agraris, Indonesia juga merupakan negara maritim dengan kekayaan bahari yang menakjubkan. Hal inilah yang menyebabkan negara Kita tidak pernah mengalami kelangkaan pasokan ikan.

Sebagai produsen dan eksportir ikan terbesar di dunia, kualitas perikanan di Indonesia memang tidak perlu diragukan.

Hasil tangkapan laut yang banyak diekspor ke negara lain di antaranya adalah ikan tuna sirip kuning dan sirip biru, ikan gurame laut, ikan merah, dan lainnya. Selain itu, hasil ikan air tawar pun tak kalah kualitasnya seperti ikan nila, ikan lele, ikan patin, dan sebagainya.

Ekspor produk perikanan juga telah mengalami kemajuan misalnya tuna kaleng, sardines, dan abon ikan. Maka tak heran jika sektor perikanan berkontribusi besar terhadap peningkatan devisa negara.

Bahkan nilai ekspor perikanan menembus lebih dari Rp180 triliun. Negara-negara tujuan ekspor komoditas ini adalah Jepang, Turki, Amerika Serikat, Qatar, China, Inggris, dan lain-lain.

8. Batu Bara

Indonesia memiliki cadangan batu bara terbesar dan berkualitas baik di dunia. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya perusahaan yang bergerak di industri batu bara, baik swasta maupun milik pemerintah.

Komoditas ini telah berkembang hingga diekspor ke berbagai negara di dunia seperti Vietnam, China, Taiwan, India, dan lain-lain.

Dominasi perusahaan batu bara di tanah air berada di pulau Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera. Industri tersebut memproduksi batu bara dengan berbagai Gross Kalori GCV/GAR atau Net Kalori. Selama beberapa tahun terakhir nilai transaksi ekspor batu bara melesat pesat sebesar 165 triliun.

9. Minyak Atsiri

Minyak herbal ini diekstraksi dari berbagai sumber, baik tanaman maupun perkayuan. Minyak ini merupakan salah satu bahan dasar essential oil yang terkenal di berbagai negara di dunia.

Indonesia ternyata menjadi salah satu penghasil minyak atsiri dengan berkualitas tinggi.

Minyak ini disuling dari tanaman nilam yang tersebar di berbagai daerah, misalnya Aceh dan Yogyakarta. Minyak atsiri banyak dicari di pasar negara-negara Eropa dan Amerika. Terutama negara Perancis yang terkenal dengan industri minyak wangi berkualitas premium.

10. Kayu Manis

Komoditas unggulan ekspor berikutnya adalah kayu manis. Produksi tanaman ini di Indonesia cukup besar dengan kualitas yang tidak bisa diremehkan. Kualitas rempah yang dihasilkan banyak diminati berbagai negara di dunia.

Tak heran jika permintaan ekspor jenis rempah ini semakin meningkat. Terutama di pangsa pasar Amerika Serikat yang nilainya mencapai 64,7 juta dollar.

Beberapa komoditas unggulan ekspor di atas memang merupakan roda penggerak perekonomian utama di Indonesia. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan ekspor, melainkan juga peran pengusaha di komoditas tersebut.

Leave a Comment