10 Contoh Komoditas Ekspor Indonesia Hasil Pertanian

Sebagai negeri agraris, Indonesia memang mengandalkan sektor pertanian sebagai salah satu roda penggerak perekonomian. Selain untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dalam negeri, beberapa komoditas pun diekspor ke luar negeri.

Komoditas pertanian tersebut telah banyak memberikan kontribusi kemajuan ekonomi di dalam negeri.

Hal ini senada dengan yang diungkapkan Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian periode 2014-2019. Ia mengemukakan bahwa Indonesia setidaknya memiliki sepuluh komoditas ekspor hasil pertanian yang diunggulkan, apa sajakah itu?

10 Komoditas Pertanian Ekspor Indonesia

Sumbangsih pertanian terhadap kemajuan perekonomian tanah air memang tidak perlu diragukan lagi.

Kesuburan tanah dan cuaca yang mendukung, membuat berbagai jenis tanaman pangan bisa tumbuh dengan baik. Hal inilah yang membuat Kementerian Pertanian terus memberdayakan potensi pertanian di tanah air.

Persentase Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagian besar berasal dari sektor ini. Oleh karena itu, komoditas ekspor hasil pertanian terus digalakkan demi kemajuan perekonomian dan kesejahteraan. Berikut daftar komoditas unggulan tersebut.

1. Kakao

Indonesia berada di urutan ketiga sebagai negara penghasil kakao terbesar di seluruh dunia. Hasil pertanian ini di tahun tersebut adalah sebesar 659.776 ton. Ekspor kakao di tahun 2019 mencapai 289.774 ton, sedangkan di tahun berikutnya sebesar 254.778 ton.

Seperti yang telah diketahui, kakao merupakan bahan dasar pembuatan coklat. Lahan kakao di tanah air mencapai 1.5 juta hektar dan sebagian besar penanamannya dilakukan di pulau Sulawesi. Selain itu, tanaman ini juga banyak dibudidayakan di daerah Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Jawa Barat, dan Papua.

Baca juga: 10 Contoh Komoditas Impor Indonesia

2. Lada

Lada merupakan jenis rempah yang banyak dicari di pasar internasional. Indonesia memiliki banyak wilayah yang menghasilkan tanaman lada, terutama daerah Lampung dan Bangka.

Indonesia memang sudah dikenal sebagai produsen lada yang ditanam secara tradisional. Ekspor rempah ini di tahun 2019 adalah sebesar 34.978 ton. Sedangkan di tahun sebelumnya 38.502 ton.

Beberapa daerah penghasil lada di tanah air antara lain Bengkulu, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Bangka, Sulawesi Selatan,dan Sulawesi Tenggara.

3. Sawit

Bukan hal yang asing lagi, sawit memang sudah lama menjadi komoditas unggulan. Tanaman ini telah menjadi primadona pertanian di tanah air sejak dahulu.

Sawit merupakan bahan dasar dalam industri minyak goreng dan sabun. Umumnya, budidaya sawit paling banyak ditemukan di pulau Kalimantan dan Sumatera.

GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) mengungkapkan bahwa ekspor pertanian sawit meningkat di periode Januari-Juli 2019 sebesar 6.7%. Tujuh bulan pertama di awal 2019, GAPKI mencatat ekspor sawit mencapai 19.76 ton. Jumlah ini meningkat dari tahun lalu yang sebesar 18.52 juta ton.

4. Karet

Keelastisan karet memang membuatnya dijadikan bahan dasar berbagai industri. Banyak sekali produk dan peralatan yang membutuhkan karet sebagai bahan utamanya. Salah satunya adalah dalam industri ban kendaraan.

Sudah sejak dulu, Indonesia memang dikenal sebagai salah satu negara penghasil karet terbesar. Kegiatan ekspor karet dalam negeri telah melingkupi banyak negara.

Spesies karet yang banyak dibudidayakan di tanah air adalah Hevea brasiliensis yang berasal dari Amerika Selatan.

Beberapa daerah di Indonesia yang dikenal sebagai produsen karet adalah Jawa Barat, Aceh, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan. Produksi karet dalam negeri semakin meningkat. Pada 2019 lalu, negara Kita telah memproduksi lebih dari 3.8 juta ton karet.

5. Kacang Mete

Kacang bercita rasa gurih ini berasal dari budidaya jambu mede atau dikenal pula dengan nama jambu monyet. Buah ini memiliki nama latin Anacardium occidentale.

Jenis ini menjadi salah satu komoditas ekspor hasil pertanian yang dicanangkan Kementerian Pertanian.Hal ini tak lepas dari permintaan pasar yang cukup tinggi.

Di tahun 2019 nilai ekspor mete di tanah air mencapai 51.6 juta dollar AS. Meningkat sebesar 13.3 juta dollar dibanding hasil sebelumnya pada 2018.

Peningkatan nilai ekspor ini berkaitan dengan jumlah produksi kacang mete yang meningkat hingga 74.8%. Data sebelumnya, produksi kacang ini hanya sebesar 9.4 ribu ton di bulan-bulan awal 2018.

Terdapat beberapa daerah yang menjadi sentra produksi kacang mete di Indonesia, di antaranya adalah Blora, Wonogiri, dan Kendari.

Baca juga: 10 Contoh Komoditas Unggulan Ekspor Indonesia

6. Kopra

Kopra merupakan sebutan untuk daging buah kelapa yang telah mengalami proses pengeringan. Produk turunan ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Tak heran jika keberadaannya cukup penting karena banyak diminati di dunia industri. Indonesia dinobatkan sebagai produsen kopra terbesar di dunia. Produksi komoditas ini mencapai 18 juta ton per tahun.

Jumlah ekspor di tahun 2018 mencapai 1.4 juta ton, naik dari tahun sebelumnya yang berjumlah sekitar 1 juta ton. Beberapa daerah yang terkenal dengan produksi kopra antara lain Maluku, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan NTT.

7. Tembakau

Tembakau bukan termasuk tanaman pangan, namun nilai ekonomisnya cukup tinggi. Tanaman semusim ini merupakan komoditas perkebunan yang banyak digunakan sebagai bahan utama cerutu atau rokok.

Nilai ekspor tembakau di tanah air memang sangat tinggi di tahun 2017, yaitu sebesar 287.962 ton.

Meski mengalami penurunan di tahun 2018, yaitu sebesar 230.696 ton, komoditas ini tetap menjadi salah satu yang memberikan sumbangsih besar di tanah air. Beberapa lokasi sentra tanaman tembakau antara lain Riau, Sumatera Utara, Jawa Tengah, dan Banten.

8. Teh

Tanaman beraroma khas ini menjadi salah satu komoditas penting di Indonesia. Tak heran jika keberadaannya banyak dimanfaatkan sebagai minuman hangat maupun dingin. Indonesia menempati urutan ketujuh sebagai penghasil teh terbesar di dunia.

Hal ini dibuktikan dengan ekspor teh di 2017 mencapai 31.838 ton. Sedangkan di tahun berikutnya sempat mengalami penurunan, yaitu menjadi sekitar 28.242 ton.

Beberapa wilayah yang terkenal dengan pepohonan teh antara lain adalah Simalungun (Sumatera Utara), Kerinci (Jambi), Cisarua, Ciwidey, Brebes (Jawa Barat), Wonosobo (Jawa tengah), dan Malang (Jawa Timur).

9. Kopi

Indonesia merupakan penghasil kopi terbesar kedua di dunia. Hal ini tentu bukanlah sesuatu yang baru, banyak daerah di tanah air yang merupakan penghasil kopi berkualitas unggul.

Komoditas ini sudah memiliki nilai ekspor sebesar 1.203.044 di tahun 2017. Sedangkan untuk tahun 2018, ekspor kopi menurun menjadi 246. 543 ton.

Beberapa daerah penghasil kopi di tanah air antara lain Kintamani (Bali). Tana Toraja (Sulawesi Selatan), Flores (NTT), Aceh Gayo (Aceh), dan Wamena (Papua).

10. Madu

Madu merupakan cairan alami yang dihasilkan lebah dari nektar bunga. Manisnya rasa dan khasiat madu membuat komoditas ini memberikan pengaruh besar terhadap perekonomian.

Indonesia telah memiliki banyak peternakan madu dengan teknik aplikultur di berbagai wilayah . Namun, usaha perbanyakan madu di tanah air masih terbilang kecil.

Daerah Malang di Jawa Timur dan beberapa daerah di Jawa Barat dikenal sebagai penghasil madu terbesar di tanah air. Eksplorasi madu di tanah air memang perlu digalakkan kembali. Mengingat peluang pasar yang masih sangat besar terhadap madu.

Komoditas pertanian ekspor di Indonesia memang memberikan banyak peluang kemajuan ekonomi. Sebagai negara agraris, tentunya sektor pertanian perlu lebih digalakkan lagi demi kesejahteraan bersama.

Leave a Comment