Bilyet Giro (Pengertian, Contoh, Fungsi, Syarat)

Apakah Anda tahu apa itu Cek? Bagi sebagian orang mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata tersebut. Namun apakah Anda tahu apa itu Bilyet Giro?

Sebenarnya cek dan bilyet giro memiliki fungsi yang hampir sama yaitu sebagai sarana pemindahan buku dari satu rekening (pemberi) ke rekening lain (penerima) pada bank tertentu. Untuk lebih mendalami tentang bilyet giro, simak penjelasan di bawah ini.

Pengertian Bilyet Giro

Pengertian Bilyet Giro merupakan surat resmi (dokumen resmi) yang digunakan sebagai perintah untuk pemindahbukukan sejumlah uang dengan nominal tertentu dari satu rekening nasabah ke rekening nasabah lain (bisa di bank yang sama atau berbeda).

Surat ini sering digunakan jaman dahulu sebelum adanya transfer uang secara langsung seperti sekarang.

Ada juga yang mengatakan bahwa bilyet giro adalah salah satu metode pembayaran non tunai yang diakui di Indonesia. surat perintah kepada bank (penyimpan dana) untuk memindahkan dana dalam jumlah tertentu ke rekening lain (rekening penerima). 

Perbedaan Bilyet Giro dengan Cek

Memiliki fungsi yang hampir sama dengan cek, namun keduanya memiliki perbedaan.

Perbedaan bilyet giro dan cek tersebut terletak pada penukaran uang dan aturan hukum dasar. Cek bisa langsung diuangkan secara tunai namun bilyet giro tidak. Dasar hukum yang berbeda, cek diatur pada UU KUHP sedangkan bilyet giro diatur pada PBI (Peraturan Bank Indonesia). 

Bilyet giro memiliki masa hidup berlaku yaitu tujuh puluh hari (70 hari) sejak tanggal pembukaan. Namun bila dalam bilyet giro tidak terdapat tanggal pembukaan maka tanggal efektiflah yang akan digunakan sebagai acuannya. Jika melebihi tanggal tersebut maka surat perintah ini tidak berlaku atau dapat dibatalkan.

Contoh Bilyet Giro

Berikut contoh bentuk bukti transaksi bilyet giro secara umum untuk menambah pengetahuan Anda. Contoh ini dapat digunakan sebagai referensi bagi Anda yang akan membuat atau mencairkan Bilyet giro.

karakteristik bilyet giro
contoh bukti bilyet giro

Contoh di atas merupakan bentuk bilyet giro sederhana yang umum digunakan di Indonesia. Setiap Bank atau perusahaan memiliki betuk yang berbeda antara satu dengan yang lain.

Tidak masalah namun ada beberapa komponen yang wajib ada dalam penulisan sebuah bilyet giro. Komponen-komponen tersebut akan dijelaskan secara lengkap pada bagian “syarat bilyet giro” di bawah ini.

Fungsi Bilyet Giro

Sebelum mengetahui syarat bilyet giro, alangkah lebih baik mengetahui fungsinya terlebih dahulu. Nah berikut pembahasan mengenai fungsi dari bilyet giro.

  1. Sebagai sarana pemindahan buku (uang) yang sah selain cek.
  2. Keamanan terjamin karena harus orang yang bersangkutan langsung yang mengambil. Bila diwakilkan, harus menyerahkan surat kuasa yang sah beserta tanda tangan asli dan cap (bila ada) dari orang yang memberikan kuasa.
  3. Dapat digunakan sebagai sarana transaksi dalam jumlah besar (mencapai lima ratus juta rupiah) dalam satu dokumen atau surat bilyet giro.
  4. Metode transaksi ini dapat dibatalkan atau diblokir. Dengan syarat seseorang melaporkan bahwa dia kehilangan dokumen atau surat bilyet giro tersebut kepada pihak berwajib.
  5. Salah satu sarana transaksi yang tidak bisa langsung dicairkan sehingga ada spare waktu jika suatu saat terjadi kesalahan tertentu.
  6. Salah satu pembayaran non tunai yang resmi dan sah diakui secara hukum di Indonesia.

Bilyet giro sangat cocok bila digunakan sebagai media transaksi bisnis karena memiliki fungsi-fungsi tersebut di atas. Sehingga anda tidak perlu khawatir akan adanya kesalahan karena kesepakatan inipun dapat dibatalkan. Bagi anda yang tertarik menggunakannya, Anda harus memperhatikan beberapa syarat di bawah ini.

Syarat Formal Bilyet Giro

Bentuk bilyet giro antara satu dengan yang lainnya memang dapat berbeda. Namun ada syarat khusus yang harus wajib ada pada sebuah lembar bilyet giro.

Syarat ini diatur pada hukum dasar bilyet giro yang dituangkan pada hukum PBI atau Peraturan Bank Indonesia. Syarat apa sajakah itu? Mari simak pembahasan di bawah ini.

  1. Adanya tulisan “Bilyet Giro” pada surat atau dokumen tersebut.
  2. Wajib ada nomor unik pada bilyet giro (pembeda antar bilyet giro).
  3. Adanya kalimat perintah yang dituliskan secara jelas, singkat, dan padat tentang pemindahan buku (uang atau dana) dari rekening satu ke rekening lainnya. Bisa di Bank yang sama atau berbeda.
  4. Wajib ada nama terang dan rincihan nomor rekening sang pemegang bilyet.
  5. Wajib ada nama Bank tujuan yang akan dipindah bukukan (Bank pemegang bilyet).
  6. Wajib ada dan dituliskan secara jelas, singkat, dan padat tentang nominal uang atau jumlah dana yang akan dipindahbukukan.
  7. Ada tanggal dan tempat penarikan yang dituliskan secara jelas.
  8. Terdapat tanda tangan asli dari sang pemberi bilyet.
  9. Terdapat cap asli dari perusahaan atau perorangan yang bersangkutan (bila ada).

Sudah lengkap bukan pembahasan mengenai bilyet giro? Semoga artikel ini dapat membantu menambah pemahaman anda tentang bilyet giro. Bagi Anda yang tertarik menggunakan bilyet giro, gunakanlah secara bijak dan hati-hati. Jangan sampai terjadi kesalahan yang tidak diinginkan dikemudian hari. Selamat bertransaksi.

Leave a Comment