50 Alat Musik Tradisional Indonesia Beserta Asal Daerahnya

Indonesia adalah negara kepulauan yang terkenal dengan keanekaragaman suku dan budaya, yang membuatnya juga memiliki berbagai macam alat musik tradisional.

Masing-masing alat musik ini memiliki nama dan kegunaan yang unik di setiap wilayah.

Beberapa sudah jarang dimainkan, tapi juga banyak yang terus dilestarikan.

Berikut daftar Alat Musik Tradisional yang tersebar diseluruh tanah air.

1. Serune Kale

alat musik tradisional aceh, serunee kalee

Serune kale adalah terompet tradisional Aceh, yang memiliki struktur seperti klarinet. Instrumen ini biasa dimainkan bersama dengan rapai dan genderang dalam tarian, hiburan, dan penyambutan tamu-tamu terhormat di masa keemasan kerajaan Aceh Darussalam.

Lihat juga: 8 Unsur Seni Musik

2. Aramba

Aramba berasal dari tanah Nias, Sumatera Utara. Alat musik ini terbuat dari tembaga, kuningan, atau logam, yang cara memainkannya dipukul dengan tongkat kayu. Di masa lalu, suara aramba adalah pertanda bahwa sebuah pesta sedang diadakan. Namun saat ini, aramba dimainkan sebagai pendamping tari tradisional.

3. Saluang

Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, saluang adalah alat musik tiup yang bentuknya mirip dengan seruling tapi hanya memiliki 4 lubang. Saluang berdiameter 3-4 cm dan panjang 40-60 cm. Di masa lalu, orang Minangkabau percaya bahwa pemain saluang memiliki pitunang (mantra) atau kekuatan sihir untuk menghipnotis penonton. Mantra ini disebut Pitunang Nabi Daud.

4. Gambus

Gambus memiliki 12 senar nilon yang dipetik dengan plectrum plastik untuk menghasilkan suara. Hampir mirip dengan gitar, tapi gambus tidak memiliki fret. Alat musik ini berasal dari Riau.

5. Serangko

Serangko adalah alat musik tiup yang terbuat dari tanduk kerbau berukuran 1-1,5 meter. Pada zaman dahulu, serangko digunakan oleh komandan perang untuk memerintah pasukan, juga untuk menginformasikan kepada penduduk bahwa akan ada suatu kejadian tidak menyenangkan seperti musibah atau bencana alam.

Lihat juga: Unsur Seni Tari

6. Sasando

alat musik tradisional Sasando

Menjadi alat musik khas Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, sasando memiliki jenis suara kordofon, yang cara memainkannya menggunakan kedua tangan dan masing-masing memetik dawai dalam arah berlawanan. Tangan kanan memainkan akor, sedangkan tangan kiri mengambil melodi dan bass.

7. Kulintang / Kolintang

Kulintang adalah instrumen perkusi dari Sulawesi Utara. Alat musik ini terdiri dari barisan kayu yang dimainkan dengan cara dipukul. Pada zaman kuno, kulintang dimainkan masyarakat Minahasa dalam ritual tradisional yang terkait dengan pemujaan arwah leluhur. Namun karena pegaruh agama, kulintang beralih fungsi sebagai alat musik dalam seni pertunjukan.

8. Akordeon

Alat musik sejenis organ tapi lebih kecilini berasal dari Sumatera Selatan. Cara memainkannya dengan menggantungkannya di badan dan menggunakan kedua tangan, satu tangan untuk memainkan tombol-tombol akor dan tangan lainnya memainkan melodi lagu.

9. Dol

Dol adalah instrumen perkusi khas Bengkulu yang berbentuk seperti drum besar, yang dimainkan dengan dipukul. Bahannya adalah kayu atau bonggol kelapa yang berlubang di bagian tengah, yang kemudian ditutup dengan kulit sapi. Diameternya sekitar 60-120 cm, dengan alat pemukulnya berdiameter 5 cm dan panjang 30 cm. 

10. Bende

Bende adalah sejenis gong kecil yang berasal dari Lampung. Alat musik ini terbuat dari perunggu berat berdiameter 30-40 cm, dan dipukuli untuk menghasilkan bunyi. Secara tradisional, bende digunakan oleh perwira militer Indonesia untuk memberi sinyal atau perintah kepada pasukan, tapi saat ini telah banyak digunakan di berbagai pertunjukan.

11. Bonang

Bonang alat musik dari jawa timur

Dilihat dari visualnya, bonang sangat mirip dengan bende, tapi ukurannya lebih kecil. Bonang difungsikan sebagai pemimpin nada, yaitu untuk memulai dan mengakhiri lagu. Bonang kerap dimainkan dalam pertunjukan wayang kulit, sehingga bisa ditemukan di setiap wilayah Jawa.

12. Gendang Melayu

Gendang Melayu menghasilkan suara dengan cara memukul sekitar area lunak gendang dengan menggunakan telapak tangan. Permukaan lunak ini dibuat dari bahan kulit hewan, seperti kambing, kerbau, atau lembu. Alat musik ini berasal dari Bangka Belitung, biasanya digunakan untuk mengiringi para penari di berbagai acara adat.

13. Gendang Panjang

Berasal dari Kepulauan Riau, alat musik ini memiliki panjang sekitar 60 cm, dibuat dari kayu merbau yang keras dan tahan lama, dan dengan permukaan dari kulit kerbau atau kambing. 

14. Tehyan

Tehyan berasal dari kota metropolitan, Jakarta, yang dimainkan dengan menggesek dawainya, seperti biola. Alat musik ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda (sekitar abad ke-18), yang merupakan akuturasi adat Betawi dan Tiongkok. 

15. Angklung

Alat musik yang sudah mendunia ini berasal dari etnis Sunda di Jawa Barat. Angklung dibuat dari beberapa potong bambu yang melekat pada bingkai bambu. Angklung dimainkan dengan cara digetarkan dengan tangan.

16. Angklung Reog

angklung reog dari jawa timur

Tak hanya Jawa Barat, angkung juga bisa ditemukan di Provinsi Jawa Timur tepatnya di Ponorogo, namanya angklung reog. Bentuknya melengkung di bagian atas dan dihiasi oleh aksesoris berwarna-warni yang warnanya senada dengan pakaian para penari reog.

17. Entebong

Entebong adalah instrumen perkusi khas Dayak Mualang yang berbasis di Kabupaten Sekadau. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tangan. Rangka entebong terbuat dari kayu dan permukaannya terbuat kulit binatang bertekstur kuat.

18. Gamelan

Alat musik ini berasal dari Jawa Tengah, dan termasuk dalam instrumen perkusi. Gamelan masih umum dimainkan pada acara-acara formal dan dalam banyak upacara tradisional Indonesia.

19. Kollatung

Kollatung terbuat dari logam kuningan yang dimainkan dengan menggunakan alat pukul khusus dari kayu. Biasanya, kollatung dimainkan sebagai iringan musik dari tarian dan upacara tradisional di Kalimantan Barat.

20. Bonang

Bonang adalah kumpulan gong-gong kecil yang diletakkan secara horizontal di dalam bingkai kayu (rancak). Alat musik kuno dari Jawa Tengah ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tongkat kayu pendek.

21. Gengceng

alat musik Gengceng

Gengceng adalah alat musik unik dari Bali yang dimainkan dengan meletakkannya pada kedua telapak tangan lalu dibenturkan satu sama lain. Bunyi yang dihasilkan cukup nyaring karena gengceng dibuat dari logam.

22. Serunai

Serunai adalah harta karun milik Sumatera Barat yang berasal dari suku Minangkabau. Alat musik tiup ini dibuat dari dua potong kayu atau bambu berlubang dengan ukuran berbeda, yang total panjangnya sekitar 10-12 cm (mirip dengan klarinet). 

23. Japen

Berasal dari Kalimantan Tengah, japen dimainkan dengan cara dipetik. Alat musik ini terbuat dari kayu dan memiliki senar/dawai. Tampilannya mirip dengan gitar, tapi saat dimainkan suaranya lebih mirip dengan kecapi.

24. Sampe

Sampe adalah alat musik tradisional masyarakat Dayak di Kalimantan Timur, yang sering dimainkan untuk mengiringi upacara adat. Sampe dibuat dari kayu pilihan yang dianggap mempunyai kualitas baik seperti kayu meranti, kayu adau, dan kayu tabalok. Alat musik ini memiliki 4-6 senar, yang dimainkan dengan cara dipetik.

25. Konyahpik 

Konyahpik dimainkan dengan cara dipetik. Alat musik ini sangat terkenal di kalangan orang Dayak Mendalam yang tinggal di wilayah Kapuas Hulu. Setiap bagian yang dimainkan dapat menghasilkan suara yang dinamis dan meninggalkan kesan menenangkan.

26. Tuma

alat musik Tuma

Tuma termasuk ke dalam jenis alat musik membranofon dan dimainkan dengan cara ditepuk, mirip dengan gendang tapi bentuknya tidak sama. Berasal dari Kalimantan Barat, tuma dibuat dari kayu sepanjang 1 meter dan berdiameter 25 cm sebagai rangkanya dan kulit lembu sebagai membrannya.

27. Panting

Panting adalah alat musik khas suku Banjar yang tinggal di Kalimantan Selatan. Bentuknya seperti gambus, tapi lebih kecil. Pada awalnya, panting hanya dimainkan secara individu di lingkungan kerajaan, biasanya untuk mengiringi penari dalam irama musik lagu Banjar, tapi saat ini justru lebih menarik jika dimainkan dengan beberapa alat musik lainnya.

28. Tifa

Tifa berasal dari bagian timur Indonesia (Papua dan Maluku). Bentuknya seperti tabung, dibuat dari kayu, dan dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik ini hanya memiliki satu suara, sehingga berfungsi sebagai suara utama dan pengatur ritme saat dimainkan dengan alat musik lainnya.

29. Kecapi

Kecapi adalah alat musik gesek yang berasal dari etnis Sunda di Jawa Barat. Kecapi dibagi menjadi empat jenis, yaitu kecapi parahu, siter kecapi, kecapi indung, dan kecapi rincik. Jenis instrumen ini paling sering dimainkan di acara budaya Indonesia.

30. Kompang

Tampilannya hampir mirip dengan rebana, tapi bisa diletakkan di atas bahu. Kompang adalah instrumen terkenal yang sering dimainkan di acara pernikahan atau khitanan tradisional Sumatra.

31. Gong

Gong alat musik dari jawa tengah

Terbuat dari tembaga yang dicat berwarna emas, gong adalah alat musik kuno dari Jawa Tengah. Gong biasanya digantung pada tiang kayu dan dimainkan dengan cara dipukul.

32. Jengglong 

Jengglong mirip dengan gong tapi lebih kecil dan suaranya lebih ringan, yang berfungsi sebagai kerangka lagu dan pembuat nada dasar. Umumnya, jengglong terdiri dari lima gong kecil yang digantung di satu kayu. Asalnya dari Jawa Barat.

33. Calung 

Alat musik calung terdiri dari beberapa tabung bambu yang dipukul di bagian bawah untuk menghasilkan suara. Berasal dari Banyumas, Jawa Tengah, calung memiliki rentang satu oktaf dan umumnya digunakan untuk memainkan melodi mid-range.

34. Rebab

Dikenal sebagai alat musik khas Jawa Barat, rebab dimainkan dengan cara digesek (mirip biola) dan tergolong alat musik tua karena sudah dikenal sejak abad-9 masehi. Fungsi rebab adalah pelengkap untuk mengiringi nyanyian sinden dan pemimpin lagu dalam ansambel.

35. Talempong

Talempong adalah seperangkat alat musik khas Sumatera Barat yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tongkat kayu. Bahan talempong adalah campuran timah putih, tembaga, dan besi putih. Peralatan ini dimainkan minimal oleh empat orang. 

36. Trompet Reog

Trompet Reog alat musik tradisional dari jawa timur

Alat musik ini biasa digunakan dalam seni reog Ponorogo, Jawa Timur. Trompet reog terdiri dari beberapa bagian yang terbuat dari kayu, bambu, dan batok kelapa. Ada 6 lubang yang berfungsi untuk mengatur nada dan satu lubang untuk meniup.

37. Pupuik Batang Padi

Pupuik batang padi adalah alat musik sederhana yang terbuat dari batang padi yang sudah tua. Bentuknya mirip terompet dan cara memainkannya pun dengan ditiup. Alat musik ini kerap dimainkan oleh muda-mudi Minangkabau dan merupakan bagian dari hiburan masyarakat Sumatera Barat.

38. Tambua Tansa

Masih dari Sumatera Barat, tambua tansa adalah seperangkat alat musik yang terbuat dari kayu dengan panjang 60-70 cm, diameter 40-50 cm, dan memiliki ketebalan 1-1,5 cm. Mirip dengan gendang, tambua tansa berlubang di bagian tengah dan ditutup dengan kulit kambing yang telah dikeringkan. 

39. Burdah / Gendang Oku

Burdah mirip seperti rebana tapi lebih besar, yang berasal dari Sumatera Selatan. Biasanya, burdah dimainkan untuk mengiringi lagu Islami (barjanji) pada acara keagamaan, yang dimainkan secara kelompok atau individu. Kadang juga untuk mengiringi seni bela diri.

40. Karinding

Karinding adalah alat musik tradisional Sunda yang berasal dari beberapa tempat di Jawa Barat, seperti Citamiang, Pasir Mukti, Tasikmalaya, Malangbong, dan Cikalong Kulon. Karinding terbuat dari batang pohon palem atau bambu dan dimainkan dengan cara dipukul menggunakan jari. Pukulan tersebut akan menghasilkan getaran suara dan getaran ini menghasilkan nada.

41. Tenun

alat musik Tenun

Disebut tenun karena alat musik ini kerap digunakan untuk menghibur pekerja yang sedang menenun di Sumatera Selatan. Bentuknya persegi panjang dan terbuat dari kayu, serta memiliki ornamen segitiga di bagian tengah. Segitiga inilah yang digunakan untuk menghasilkan nada tertentu, yang dimainkan dengan cara dipukul.

42. Kenong Basemah

Alat musik kenong dapat ditemukan di beberapa daerah di Pulau Jawa dan Sumatera Selatan. Kenong terbuat dari tembaga, dan merupakan salah satu instrumen yang melengkapi gamelan Jawa tradisional.

43. Genggong

Genggong adalah alat musik tiup yang menghasilkan suara seperti harmonika. Di Indonesia, genggong bisa ditemukan di Sumatera Selatan. Alat musik ini bisa terbuat dari bambu, kayu, atau daun palem.

44. Tarawangsa

Tarawangsa adalah alat musik kuno sejak abad ke-18 yang dimainkan dengan gesekan, yang sering dimainkan bersama dengan kecapi. Instrumen ini dapat ditemukan di beberapa daerah di Jawa Barat dan Banten.

45. Terbangan

Terbangan adalah alat musik tabuh yang mirip dengan rebana. Di tempat asalnya, yaitu Sumatera Selatan, terbangan terdiri dari satu drum kecil (jidur) dan empat rebana hadrah, biasanya berwarna merah, hitam, dan emas.

46. Jentreng

Jentreng alat musik tradisional

Alat musik ini mirip dengan kecapi tapi berukuran lebih kecil dan hanya memiliki 7 buah senar. Berasal dari Jawa Barat, jentreng dimainkan dengan cara dipetik. Dawainya terbuat dari senar nilon dan kerangkanya dari kayu nangka.

47. Caklemong

Caklempong adalah seperangkat kecil gong atau bonang yang masing-masing memiliki nada khusus. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, caklempong sering dimainkan bersama dengan gendang, harmonika, suling, dan instrumen kecil seperti terompet.

48. Gambangan

Berasal dari Kepulauan Bangka Belitung, gabangan merupakan perpaduan lokal dan Cina. Alat musik ini terdiri dari 18 bilah bambu/kayu yang dimainkan dengan cara dipukul. Setiap potong kayu memiliki suara sendiri, bisa panjang atau pendek tergantung ukuran kayu.

49. Saronen

Saronen adalah alat musik tiup berbentuk kerucut yang terbuat dari kayu jati dengan 6 lubang yang berjajar di depan dan 1 lubang di belakang, yang berasal dari Madura, Jawa Timur. Alat musik ini dimainkan untuk mengiringi kompetisi balap banteng, kontes ternak, upacara adat, dan resepsi pernikahan.

50. Agukng

Berasal dari suku Dayak di Kalimantan Barat, agukng adalah alat musik perkusi yang terbuat dari logam perunggu. Agukng dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tongkat kayu yang ujungnya tertutup karet. Suara yang dihasilkan oleh instrumen ini adalah nada sol rendah.

Ada begitu banyak alat musik tradisional Indonesia yang memiliki sentuhan magis dan membuat lagu terdengar indah. Masing-masing memiliki ketukan dan harmoni yang kuat, dan beberapa memiliki pengaruh dari Tionghoa atau Melayu.

Leave a Comment